Pengamat Energi: Konsumen Price Elasticity Tak Bisa Didorong Hanya dengan Imbauan

marketeers article
Ilustrasi harga: 123RF

Mayoritas pengguna BBM bersubsidi adalah konsumen rasional dengan price elasticity tinggi. Konsumen ini pun cenderung memiliki karakter yang sulit untuk didorong hanya dengan sebuah imbauan, khususnya dalam mengkonsumsi BBM bersubsidi.

Data Kementerian Keuangan RI mengatakan bahwa 95% solar bersubsidi dinikmati orang mampu. Karena itu, dukungan masyarakat untuk menggunakan aplikasi MyPertamina sangat diperlukan.

Pakar Ekonomi Energi Fahmy Radhi mengatakan, untuk menghadapi konsumen dengan price elasticity tidak bisa hanya menggunakan imbauan. Harus ada aturan tegas agar masyarakat mau dan mengerti mengapa penggunaan BBM subsidi harus tepat sasaran.

“Perlu ada aturan pembatasan pembelian BBM subsidi. Aturan itu menjadi dasar untuk menindak jika ada penyimpangan,”  kata Fahmy dalam laporan tertulisnya.

Di sisi lain, aturan untuk memperjelas siapa saja yang berhak menikmati BBM subsidi, sampai saat ini memang belum ada. Revisi Peraturan Presiden 191 tahun 2014 direncanakan akan mengatur lebih detail soal siapa dan kriteria apa yang bisa mendapatkan subsidi energi, hingga kini belum dirilis. Karena itu, belum ada aturan yang bisa mencegah orang kaya dan mampu membeli BBM bersubsidi.

BACA JUGA: Strategi di Balik “Perang Harga” BBM non-Subsidi, BP-AKR Vs Vivo Vs Pertamina Vs Shell

Selain belum ada aturan baku, kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas belum terbangun. Mayoritas masih melihat harga sebagai acuan. Ini penyebab BBM bersubsidi lebih banyak dimanfaatkan orang mampu. Padahal, kebijakan BBM bersubsidi dimaksudkan untuk pemerataan ekonomi, pemenuhan keperluan dasar rakyat, dan peningkatan pertumbahan ekonomi.

Menurut Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman, pemerintah tentu memiliki pertimbangan untuk memutuskan kapan akan menerbitkan regulasi itu. “Misalnya berkaitan dengan daya beli masyarakat, ekonomi yang sedang merangkak naik dan aspek-aspek lainnya,” ujarnya.

Meskipun aturan baku belum dirilis, upaya mendistribusikan BBM subsidi tepat sasaran sudah dimulai. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi MyPertamina. Aplikasi yang semula digunakan sebagai marketing strategi Pertamina untuk mengelola konsumen loyal, kini dimanfaatkan untuk mengendalikan distribusi BBM bersubsidi.

BACA JUGA: BBM Satu Harga Pertamina Layani Kebutuhan Masyarakat di 402 Wilayah

“Pertamina sudah menyiapkan aplikasi subsiditepat khusus untuk konsumen BBM bersubsidi yang bisa diakses lewat mypertamina atau subsiditepat.mypertamina.id,” kata Saleh.

Menurut Saleh, pemerintah telah mempersiapkan MyPertamina sebagai alat bantu agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam memastikan BBM subsidi tepat sasaran.

“Mypertamina adalah tools dalam memastikan BBM subsidi tepat sasaran, di mana dalam penugasan BBM subsidi oleh pemerintah, Pertamina harus memastikan subsidi tersebut tepat sasaran,” tutupnya.

Related

award
SPSAwArDS