Pentingnya Menjaga Pertumbuhan Bisnis Lewat Inovasi Berkelanjutan

marketeers article
Peran inovasi di dalam bisnis (Ilustrasi: 123rf)

Saat ini kita para pemasar sedang hidup di era industri yang tingkat persaingannya sangat ketat. Kondisi ini hampir terjadi di seluruh sektor industri. Kondisi ini pun membuat para pemasar untuk terus berinovasi guna membangun daya saing dan menjaga pertumbuhan bisnis.

Di dalam konsep CI-EL (creativity, innovation, entrepreneurship dan leadership) yang dikutip dari buku Entrepreneurial Marketing, inovasi memainkan peranan penting dalam sebuah bisnis.

CI-EL ini berkaitan erat dengan soft skill dari manusia di dalam sebuah perusahaan. Inovasi sendiri diartikan sebagai proses untuk mengubah ide menjadi solusi. Agar solusi bisa sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dibutuhkan kemampuan untuk berempati.

BACA JUGA: CI-EL and PI-PM: New Competencies for New Generation

Hal ini juga dilihat oleh Bibit.id dalam menjalankan bisnisnya. Telah mencatatkan 10 juta download di Google Play, aplikasi investasi ini memperkuat daya saingnya di pasar investasi ritel dengan sejumlah inovasi.

Angie Anandita Tjhatra, Head of Marketing Bibit.id menjelaskan bahwa Bibit selalu berinovasi dalam menjawab kebutuhan investasi masyarakat Indonesia.

“Pada saat berdiri tahun 2019, Bibit dikenal sebagai aplikasi investasi reksa dana online dengan nominal minimal Rp 100 ribu atau bahkan Rp10 ribu. Lalu tahun 2024, Bibit memiliki berbagai seperti reksa dana, surat berharga negara yang dapat dibeli di pasar primer dan sekunder seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SR), Fixed Rate (FR), Project Based Sukuk serta saham,” ujar Angie.

Dari segi kejelasan, semua produk yang diinvestasikan lewat Bibit, mulai dari reksa dana, saham, dan Obligasi FR tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sehingga semua investasi tersebut tercatat atas nama pengguna/investor selaku pemilik aset.

BACA JUGA: Hedge Fund, Jenis Investasi dengan Strategi Kompleks

“Bibit juga membuat investasi lebih inklusif. Misalnya, kini setiap orang bisa berinvestasi di produk Obligasi Fixed Rate di Bibit mulai Rp1 juta,” tambah Angie.

Tahun 2024, Bibit juga mempopulerkan strategi investasi bernama Systematic Investment Plan (SIP), yang pada dasarnya merupakan gabungan dari strategi the power of compounding dan DCA.

SIP mewajibkan investor untuk menyetorkan uang ke reksa dana dalam jumlah yang sama, terjadwal, dan dalam horizon waktu yang sudah disesuaikan dengan tujuan keuangan mereka.

Misalnya, apabila investor ingin membeli hunian impian dalam waktu 10 tahun ke depan, maka strategi SIP sangat cocok untuk membantunya berinvestasi dengan disiplin, mudah, fleksibel, dan tentunya dalam portofolio yang terdiversifikasikan.

“Belajar dari pengalaman kami selama lebih dari lima tahun, kami melihat bahwa untuk membantu setiap investor mencapai tujuan keuangan mereka, menabung secara konsisten merupakan langkah yang sangat masuk akal,” tutup Angie.

Related

award
SPSAwArDS