Perbankan Masih Bisa Bernapas Lega Tahun Depan

profile photo reporter Marketeers Editor
MarketeersEditor
25 Desember 2015
marketeers article
Pelemahan ekonomi yang terjadi pada tahun 2015 tentu berdampak pada industri perbankan di Indonesia. Tahun ini merupakan tahun yang berat bagi perbankan. Meski begitu, wajah industri perbankan dinilai akan lebih baik. Berbagai kesempatan bisa diraih pada tahun 2016. Optimisme ini diamini oleh Persatuan Bank Nasional (Perbanas).
Menurut Perbanas, penyaluran kartu kredit perbankan berpeluang tumbuh hingga 15%-20% pada 2016. Untuk mengetahui pertumbuhan sektor perbankan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi.  Perbanas menyebut, sektor perbankan bisa memberikan kontribusi sebesar tiga hingga empat kali dari pertumbuhan ekonomi.  Bila pertumbuhan ekonomi mencapai 5%, pertumbuhan kredit bisa mencapai 15% hingga 20%.
Sementara itu, ekonom Faisal Basri melihat pertumbuhan kredit di Indonesia lebih rendah dari Dana Pihak Ketiga (DPK) selama lebih dari setahun ini. Menurutnya, DPK naik lebih cepat ketimbang pertumbuhan kredit. “Sehingga, ada ruang bagi bank untuk ekspansi kredit pada tahun depan,” kata Faisal.
Mulai akhir tahun ini hingga tahun 2016, inflasi diperkirakan relatif rendah. Kalau tidak ada masalah dengan beras, inflasi akan berkisar 4%. Sementara itu, suku bunga cenderung akan lebih rendah walaupun The Federal Reserved akan menaikkan pada Desember 2015 atau awal tahun depan.
“Tapi, efeknya hanya sebentar. Pada akhirnya, real interest rate tetap tertahan karena inflasi rendah. Ketika interest rate turun, ini bisa jadi momen yang baik bagi perbankan untuk ekspansi kredit,” tambahnya.   
Terkait pertumbuhan kredit, Faisal bahkan memperkirakan pertumbuhan kredit bank-bank yang solid bisa lebih dari 20%. Lalu, tahun 2016 diperkirakan NPL cenderung akan tetap seperti saat ini, yaitu di sekitar 2,8% atau 2,9%.
Ini akibat dari beberapa hal. Contohnya larangan ekspor bauksit maupun harga komoditas yang turun menyebabkan kegiatan di sektor pertambangan mengalami kerugian. Hal ini berimbas pada permintaan industri alat berat sehingga bisa menyebabkan kredit macet. “Harga komoditas masih turun pada 2016. Mereka belum recovery,” kata Faisal.
Sepanjang tahun ini, Faisal mengatakan kinerja semua perbankan masih bagus. Hal ini terlihat dari Return on Asset, BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan Net Interest Margin relatif stabil. “Bank mengalami pertumbuhan laba yang melambat, tapi masih di atas rata-rata perekonomian,” tutup Faisal.
Editor: Sigit Kurniawan 

Related