Perluas Pengisian Daya Mobil Listrik, Tesla Keluarkan US$ 500 Juta

marketeers article
Ilustrasi. (FOTO:123RF)

Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) harus merogoh kocek lebih dari US$ 500 juta demi memperluas jaringan pengisian daya cepat mobil listriknya. Kuat dugaan, kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh CEO Tesla Elon Musk baru-baru ini untuk mempermulus tujuan tersebut.

“Hanya untuk menegaskan kembali: Tesla akan menghabiskan lebih dari US$ 500 juta untuk memperluas jaringan Supercharger kami dan membuat ribuan pengisian daya baru tahun ini,” kata Musk dalam platform X dikutip dari Reuters, Sabtu (11/5/2024). 

BACA JUGA: Bersama WRI, PLN Lanjutkan Pengembangan Inovasi Produk Hijau

Musk mengakui investasi sebesar itu belum termasuk dengan biaya operasionalnya yang diperkirakan memakan biaya lebih tinggi. Setelah kebijakan PHK pekan lalu, Musk menyatakan perluasan jaringan Supercharger dilakukan secara bertahap atau perlahan di lokasi-lokasi baru. 

Saat ini, mayoritas produsen mobil listrik telah mengadopsi Standar Pengisian Daya Tesla di Amerika Utara. Dengan begitu, pengisian daya Supercharger milik perusahaan makin dekat untuk menjadi standar industri. 

BACA JUGA: Perkuat Transisi Energi, PLN Gandeng Huawei Kembangkan JIC

Namun, keputusan Musk untuk membubarkan tim pengisian daya kendaraan listrik mengacaukan rencana tersebut. Hal ini diperkirakan juga menunda upaya Presiden AS Joe Biden melistriki jalan raya AS. 

Pemerintah Biden telah memberikan dana sebesar US$ 5 miliar kepada negara-negara bagian selama lima tahun untuk membangun 500.000 pengisian daya kendaraan listrik sebagai bagian dari program Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional. Tesla diketahui menjadi salah satu pemenang terbesar dari dana federal tersebut sejauh ini.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS