Permintaan Melambat, Zoom Putuskan PHK 1.300 Pekerja

marketeers article
Zoom. (FOTO:123RF)

Zoom Video Communications Inc, platform telekonferensi video akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.300 pekerjanya. Hal itu seiring melambatnya permintaan layanan konferensi video akibat meredanya pandemi COVID-19.

Dilansir dari Reuters, Rabu (8/2/2023), saham perusahaan melonjak 9,9% pada akhir perdagangan, Selasa (7/2/2023) waktu setempat, setelah adanya pemberitaan tersebut. Tahun lalu, saham Zoom anjlok hingga 63%, membuntuti kejatuhan saham-saham teknologi lainnya.

Dari jumlah PHK yang dilaporkan, totalnya setara 15% dari seluruh tenaga kerja Zoom. Eric Yuan, CEO Zoom akan mengalami pemotongan gaji sebesar 98% untuk tahun fiskal terbaru dan tidak memperoleh bonus.

BACA JUGA: WhatsApp Rilis Call Links, Mirip Google Meet dan Zoom

“Kami bekerja tanpa kenal lelah, tapi kami juga membuat kesalahan. Kami tidak meluangkan waktu sebanyak yang seharusnya untuk menganalisis tim kami secara menyeluruh atau menilai apakah kami tumbuh secara berkelanjutan, menuju prioritas tinggi,” ujar Yuan.

Zoom akan menanggung beban biaya sekitar US$ 50 juta hingga US$ 68 juta atas kebijakan PHK yang diterapkan. Perusahaan mengatakan sebagian besar dari biaya tersebut akan dikucurkan hingga kuartal pertama tahun fiskal 2024.

Zoom, yang menjadi populer selama lockdown saat pandemi COVID-19 kini pertumbuhan pendapatannya melambat. Para analis memperkirakan pendapatan Zoom hanya naik 6,% pada tahun fiskal 2022 setelah lonjakan peningkatan laba hingga sembilan kali lipat untuk tahun 2021. Laba perusahaan ditaksir merosot 38% pada tahun 2022.

BACA JUGA: Zoom Luncurkan Dukungan Bahasa Indonesia Untuk Lokalisasi Layanan

“Menurut saya, secara bertahap mungkin ini menunjukkan bahwa kita seharusnya tidak mengharapkan akselerasi dalam waktu dekat dari sisi pendapatan. Akan tetapi kita bisa melihat kenaikan tambahan pada margin untuk perusahaan yang sudah untung,” ujar Rishi Jaluria, analis RBC Capital Markets.

Zoom telah menambah jumlah pekerja selama pandemi untuk memenuhi permintaan yang melonjak. Akan tetapi, Zoom kini bergabung dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) yang lain dalam mengendalikan biaya untuk menghadapi potensi resesi.

Sejumlah perusahaan AS dari Goldman Sachs Group Inc hingga Alphabet Inc, induk Google telah melakukan PHK ke ribuan pekerja. Perusahaan-perusahaan tersebut tengah mengatasi penurunan permintaan yang disebabkan oleh inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga.

Zoom menambahkan jajaran manajemen level atas akan mengalami pemotongan gaji pokok sebesar 20%. Sementara itu, pekerja yang diberhentikan akan menerima empat bulan gaji, asuransi kesehatan dan bonus.

Related

award
SPSAwArDS