Persaingan Meningkat, Alibaba Rombak Strategi Bisnis

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
06 Desember 2021
marketeers article
NAKORN PATHOM, THAILAND MAR 20, 2016: A woman hand holding screen shot of Alibaba app showing on iPhone 6 in Tesco Lotus supermarket.
Raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group Holding Ltd dikabarkan bakal melakukan perombakan strategi bisnis secara internasional maupun domestiknya. Hal ini disebabkan adanya berbagai tantangan seperti persaingan yang meningkat, ekonomi yang melambat, dan regulasi ketat.
Dalam laporan yang dipublikasikan Reuters menyebutkan, Alibaba akan membentuk dua unit bisnis baru untuk menampung layanan e-commerce sebagai bisnis utamanya. Lalu akan melakukan perdagangan digital internasional dan perdagangan digital di China, dalam upaya untuk menjadi lebih gesit dan mempercepat pertumbuhan.
“Unit perdagangan digital internasional akan menampung bisnis grosir dan konsumen Alibaba di luar negeri, termasuk AliExpress, Alibaba.com, dan Lazada. Unit tersebut akan dipimpin oleh Jiang Fan, yang pernah menjadi presiden pasar Taobao dan Tmall. Alibaba akan menempatkan bisnis perdagangan domestiknya di unit perdagangan digital China,” ujar Trudy Dai, Anggota Pendiri Alibaba, dilansir dari Ruters, Senin (6/12/2021).
Menurutnya, perombakan jajaran petinggi perusahaan akan dilakukan. Wakil kepala keuangan perusahaan, Toby Xu akan naik menjadi kepala keuangan menggantikan Maggie Wu yang telah menjabat sejak bulan April lalu.
Toby Xu telah bergabung dengan Alibaba sejak Juli 2019 menjadi wakil Chief Financial Officer (CFO). Sementara itu, Maggie Wu akan menjabat sebagai direktur eksekutif pada dewan Alibaba. Diharapkan, melalui perombakan tersebut akan kembali meningkatkan kinerja perseroan.
Hal itu lantaran saham raksasa e-commerce yang terdaftar di Hong Kong itu turun 8% pada perdagangan pagi, mengikuti penurunan Jumat yang dibuat di Amerika Serikat (AS). Bahkan, pada bulan lalu perusahaan memangkas perkiraan pertumbuhan pendapatan tahunan ke laju paling lambat sejak debut pasar saham 2014 dan melihat penjualan di acara spanduknya, festival belanja online Singles Day, tumbuh pada tingkat paling lambat yang pernah ada.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related