Digital

Perusahaan Mulai Melirik Platform Low-Code, Apa Itu?

Di lingkungan bisnis di mana aplikasi berkembang hampir di setiap arena, membuat permintaan aplikasi yang dapat disesuaikan dan di-maintain dengan mudah menjadi sebuah kebutuhan. Dari sana, bermunculan platform aplikasi yang menawarkan kode rendah (low code) yang dianggap sebagai solusi.

Apa itu low code? Secara awam, low code merupakan bentuk coding yang lebih sederhana, tanpa mengurangi kualitas akhir dari hasil yang diinginkan. Low code dianggap jauh lebih cepat dan akurat dalam hal pengerjaan.

Low code ini membantu peran developer atau pengembang untuk membuat aplikasi dengan lebih cepat ketimbang membuat coding dari awal (scratch).

Salah satu perusahaan pengembang sistem low code, OutSystems mengatakan, banyak perusahaan besar mulai memanfaatkan aplikasi low-code dalam membantu bisnis mereka. Misalnya Logitech, perusahaan piranti teknologi ini telah mengganti lebih dari 80 aplikasi Lotus Notes mereka yang telah usang, dengan apliakasi low code.

Begitupun dengan perusahaan asuransi Prudential yang baru-baru ini mengajukan aplikasi yang menggunakan AI (Artificial Intelligence, kecerdasan buatan) dan IoT (Internet of Things) untuk menganalisa risiko secara otomatis.

Pedro Pimenta, Chief Customer Officer OutSystems mengatakan para kliennya itu telah menggunakan solusi low code untuk berbagai proyek transformasi digital yang sangat beragam. “Dari merampingkan pelaksanaan bisnis internal hinggal memberikan pengalaman pelanggan yang disruptif. Pelanggan kami berinovasi dengan low-code,” kata dia.

Berbasis di Oeiras, Portugal, OutSystems sempat dinobatkan sebagai salah satu perusahaan komputasi awan terbaik oleh Majalah Forbes. Berdiri sejak tahun 2001, perusahaan ini telah memperkerjakan 650 karyawan di seluruh dunia, di mana kawasan Asia Pasifik menjadi teritori dengan pertumbuhan tertinggi.

Pada tahun 2017, OutSystems melaporkan adanya kenaikan pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue) sebesar 63%. Perusahaan mengaku memperoleh klien baru sebanyak 275 perusahaan dengan lebih dari 50.000 pengembang baru.

Tahun ini, OutSystems berharap dapat memacu bisnisnya lebih kencang lagi. Perusahaan ini menambah dewan direksi dan mempekerjakan lebih banyak karyawan. Beberapa orang prominen di bidang TI yang direkrut antara lain Tom Schodorf, mantan SVP bidang penjualan dan operasi lapangan di Splunk; dan John Kinzer, CFO dari HubSpot. Sementara itu, Bill Macaitis, mantan CMO Slack turut bergabung sebagai penasihat.

Editor: Sigit Kurniawan

 

MARKETEERS X








To Top