Polytron Perkuat Manajemen Produk dengan Sertifikat ISO 27001

marketeers article

Polytron terus memperkuat strategi manajemen produk. Tak hanya terus memperluas segmentasi pasar melalui lini produk yang semakin banyak, perusahaan juga memperkuat strateginya dengan sertifikat ISO 27001. 

Dengan raihan ini, Polytron membangun komunikasi bahwa merek yang telah hadir sejak tahun 1975 ini berfokus pada kualitas dan inovasi, termasuk soal perlindungan data pribadi. 

“Sebagai produsen elektronik, kami berkomitmen untuk menjadi yang terbaik. Kami punya standar mutu ISO 9001, ISO 14001 yang membuktikan bahwa semua produk yang kami hasilkan tidak menjadi ancaman bagi lingkungan. Dan kini, kami memenuhi standar ISO 27001 soal perlindungan data pribadi,” ujar Tekno Wibowo, Commercial Director Polytron saat menggelar konferensi pers di Jakarta pada Rabu (27/3/2024).

BACA JUGA: Sasar Gen Z, POLYTRON Portable Party Speaker Dibanderol Mulai Rp 1,6 Jutaan

Tekno melanjutkan, ISO 27001 dipenuhi oleh Polytron untuk menjawab UU Perlindungan Data Pribadi dan agar bisa bekerja sama dengan catatan sipil untuk mendapatkan akses. 

“Kami harus diaudit dalam kemampuan perusahaan dalam mencegah bocornya informasi yang dipegang perusahaan. Di sini, kami berkomitmen dalam melindungi data-data, baik data perusahaan, konsumen, maupun karyawan,” lanjut Tekno. 

BACA JUGA: Sasar Market Middle-low, Polytron Sajikan Mesin Cuci Ekonomis

Perusahaan berharap dengan adanya ISO ini, konsumen Indonesia semakin percaya dalam memilih produk Polytron lantaran perlindungan data mereka akan dijamin. Hal ini dipandang penting, khususnya di era digital sekarang ini di mana mudah terjadi kebocoran data pribadi. 

Di sini, Polytron yang mengandalkan official e-commerce polytron.co.id memastikan bahwa transaksi online pelanggan akan aman dan terlindungi, terutama ketika konsumen membeli  produk Polytron, baik audio, video, home appliances, atau pun motor listrik. 

Seberapa Penting ISO 27001?

Bicara kesadaran masyarakat Indonesia, dari sisi penggunaan media perlu ditingkatkan kembali terkait kesadarannya terhadap perlindungan data pribadi.

“Banyak contoh sederhana yang sayangnya tidak banyak yang aware, seperti penggunaan password yang sering dibagikan, tidak di-update. Kesadaran ini sebetulnya bukan tanggung jawab orang IT tetapi menjadi tanggung jawab semua,” ujar Budi Setyawan, Training Academy Director British Standards Institution.

Menurutnya, kini semua serba digital, namun seringkali kita lupa bahwa data pribadi kita kurang dilindungi dengan baik.

“Bagi kami, mau tidak mau semua perusahaan seharusnya sudah menerapkan ISO 27001. Karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatka, perusahaan harus bisa melindungi dan mengantisipasi adanya kebocoran. Ini menjadi tanggung jawab perusahaan dalam berkiprah, khususnya di industri elektronik,” tutup Tekno.

Related

award
SPSAwArDS