Potensinya Besar, Pengelolaan Kabel Bawah Laut Harus Dibenahi

marketeers article
Sumber gambar: 123rf

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Marves) mengatakan tata kelola bisnis kabel bawah laut harus dibenahi dalam waktu cepat. Hal ini perlu dilakukan untuk menangkap peluang bisnis digital yang memanfaatkan kabel optik bawah laut.

Muh Rasman Manafi, Asisten Deputi Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves menuturkan, value statistik indeks keekonomian digital tahun 2021 telah melahirkan nilai US$ 70 miliar. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat lima kali pada tahun 2030.

“Jadi yang namanya memanfaatkan ruang laut itu menjadi target kami supaya optimal dengan cara penataan kabel-kabel bawah laut. Kabel-kabel dan pipa bawah laut yang bisa digunakan untuk komunikasi dan pengiriman listrik agar dapat ditata rapi sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu keberadaan kapal-kapal yang melintas di atasnya,” kata Rasman melalui keterangannya, Jumat (16/9/2022).

Menurutnya, transformasi digital di Indonesia sangatlah penting. Dia mengungkapkan yang dibutuhkan adalah ekosistem pendukung. 

Dalam konteks itu, sarana dan prasarana digital haruslah terintegrasi secara komprehensif dan menyeluruh.

“Kita berharap pemerintah mendukung agar semua penyelenggara Digital Framework Services bawah laut ini, dapat bersama-sama menjadi satu menjadi National Global Consortium yang diharapkan mampu menjembatani kendala-kendala yang ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendesak Australia untuk membayar royalti dari pemasangan kabel bawah laut menuju Singapura. Pasalnya, proyek tersebut melintasi perairan Indonesia sehingga pemerintah mengklaim berhak mendapatkan royalti.

“Terkait dengan rencana pemasangan kabel laut dari Australia ke Singapura, saya sudah bilang ke pihak Australia kalau mereka harus meminta izin dan bayar. Kita ini negara berdaulat, kita tunjukkan kita hebat,” ucap Luhut.

Saat ini, industri kabel bawah laut tengah naik daun. Hal ini dimanfaatkan untuk meningkatkan konektivitas internet dan digitalisasi.

Luhut menyebut pemerintah terus berupaya menangkap peluang tersebut, khususnya bagi industri dalam negeri. Dia ingin kabel bawah laut dapat diproduksi di Indonesia dalam waktu dekat.

“Seperti kabel bawah laut ini, kalau bisa kita produksi dalam negeri, kita buat semua, lalu dimasukkan dalam e-katalog, sehingga menjadi efisiensi dan menurunkan korupsi,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS