Potensinya Besar, Transaksi Industri Mobil Bekas Tembus US$ 14 Miliar

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
25 Februari 2022
marketeers article
Indianapolis Circa March 2019: Honda Motor Co. Logo and Sign. Honda Manufactures Among the Most Reliable Cars in the World I
Perusahaan modal ventura AC Ventures mengungkap industri mobil bekas di Indonesia masih terus menunjukkan tren positif setiap tahun. Perseroan memperkirakan setiap tahun transaksi mobil bekas mencapai US$ 14 miliar atau setara Rp 201,5 triliun (kurs Rp 14.393 per US$).
Founder dan Managing Partner AC Ventures Adrian Li mengungkapkan, apabila dikombinasikan dengan sentuhan teknologi digital, bisnis ini bisa memiliki prospek sangat baik. Para investor pun tak ragu menanamkan modalnya pada industri tersebut.
“Seiring dengan penetrasi solusi digital yang semakin meluas di berbagai industri, aspek pembiayaan menjadi peluang sangat besar. Industri mobil bekas mencapai nilai transaksi tahunan sebesar US$14 miliar,” ujar Adrian melalui keterangan resminya, Jumat (25/2/2022).
Menurutnya, dari besarnya potensi yang ada sebagian besar dilakukan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) di Tanah Air. Sehingga masih akan terus berkembang di waktu-waktu mendatang.
Terlebih lagi, kata Adrian, biasanya UKM mengalami kesulitan mendapatkan akses pembiayaan. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk menanamkan modalnya di sektor otmotif.
Diler UKM menyumbang lebih dari 80% walaupun tanpa akses ke pembiayaan yang terjangkau. Ini dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan yaitu Broom untuk memberdayakan diler-diler melalui produk keuangan dan pendukung lain untuk membantu meningkatkan skala bisnis mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Broom Pandu Adi Laras melihat adanya potensi yang sangat besar di industri mobil bekas yang masih belum digarap pengusaha. Melalui platform Broom, UKM otomotif dapat mengelola inventaris, memperoleh akses ke pembiayaan, hingga mengelola berbagai instrumen penjualan mereka.
Dia bilang startup ini bertujuan untuk menjadi pusat bagi digitalisasi jaringan dealer di Indonesia. Broom menyediakan tiga solusi bagi diler melalui platform mereka, mulai dari kesempatan untuk meningkatkan aspek operasional diler, mengaktifkan penjualan online, hingga memperoleh akses ke pembiayaan. Pembiayaan produktif Broom menawarkan fasilitas pinjaman jangka pendek dengan tingkat bunga yang kompetitif.
Hal ini dapat terjadi lantaran Broom memiliki kemitraan dengan lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaan murah. Alhasil, para pengguna atau nasabah pun dapat mengakses fasilitas pinjaman dengan memanfaatkan persediaan yang ada sebagai jaminan dengan proses persetujuan yang cepat.
“Saat ini, Broom memiliki lebih dari 2.000 diler mobil bekas di wilayah Jabodetabek. Kami optimistis dapat terus bertambah, mengingat startup ini memiliki kemitraan yang menjanjikan dengan lembaga keuangan besar, seperti BRI Finance, dan BRI Insurance,” tuturnya.
Editor: Sigit Kurniawan

Related