Government & Public Services

Presiden RI Joko Widodo Beberkan Peluang Dunia Usaha Saat Ini

Foto: Joko Widodo pada UOB Economic Outlook 2022 secara daring

Dunia usaha mulai menggeliat di tengah isu kesehatan yang menjadi prioritas untuk dijaga dan kegiatan ekonomi menjadi keharusan untuk digerakkan oleh pemerintah Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Hal ini dikatakan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada acara UOB Economic Outlook 2022 secara virtual.

Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dua aspek ini menjadi perhatian pemerintah hingga membuat pihaknya melakukan “gas” dan “rem” melalui kebijakan secara tepat dan dinamis. Dari sisi kesehatan, kini sudah sekitar 34,9% (72,76 juta orang) masyarakat Indonesia yang sudah divaksin.

Semakin meluasnya dan kecepatan vaksinasi ini menjadi pemicu kembali bergeraknya dunia usaha. Meski begitu, Jokowi mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan di tengah aktivitas yang dijalankan.

“Pemerintah juga telah mengeluarkan sejumlah insentif kepada dunia usaha. Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada tahun 2020 mengalokasikan dana pemulihan ekonomi sebesar Rp 695,2 triliun dengan realisasi 579,8 triliun. Sedangkan tahun ini, sebesar Rp 744,75 triliun dengan realisasi sampai Juli 2021 sebesar Rp 305,5 triliun,” ujar Joko Widodo.

Dana tersebut dialokasikan secara berimbang untuk sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional. Dengan pemberlakuan PPKM level 1-4, pemerintah melakukan sejumlah uji coba dan membolehkan beroperasinya dunia usaha dengan peraturan dan protokol yang ketat. Artinya, kesehatan adalah hal utama namun ekonomi juga sangat penting.

Alhamdulillah, upaya pembukaan ekonomi secara hati-hati ini dipatuhi bersama oleh masyarakat dan dunia usaha. Sehingga, ekonomi mulai menggeliat kembali,” lanjut Jokowi.

Dari sini, Presiden mengajak para pelaku perbankan dan dunia usaha lainnya untuk melakukan ekspansi dan menggiatkan dunia usahanya. Jokowi juga mengajak untuk menjadikan pandemi ini sebagai momentum mentransformasikan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah juga akan mengembangkan ekonomi berkelanjutan. “Kita juga akan terus mengembangkan ekonomi berkelanjutan, green economy dan blue economy. Selain memulihkan ekonomi juga tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan merata,” lanjutnya.

Pasalnya, Indonesia memiliki peluang tumbuh lebih tinggi saat ini. Salah satunya dari potensi pasar ekspor yang terbuka lebar di tengah kondisi para mitra dagang yang mulai pulih pada kuartal dua tahun 2021. Misalnya, ekonomi China yang tumbuh 7,9%, Amerika Serikat tumbuh 12,2%, Jepang 7,6% dan India 20,1% (year-on-year).

Peluang ini harus dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya. Investasi juga akan tumbuh lebih tinggi dengan berbagai reformasi struktural yang banyak memberikan kemudahan berusaha. Reformasi perizinan juga mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko
sehingga menciptakan iklim investasi yang semakin menarik.

“Saya mengajak bapak-ibu secara sigap memanfaatkan semua peluang ini, menjaga kesehatan masyarakat, dan menumbuhkan perekonomian secara berkelanjutan dan merata,” tutup Jokowi.

MARKETEERS X








To Top