Consumer Goods

Produksi 40.000 Hand Sanitizer, NIVEA Ubah Operasional Pabrik di Malang

Foto: Twitter Nivea

PT Beiersdorf Indonesia (Beiersdorf), produsen brand NIVEA melakukan sedikit perubahan operasional untuk pabriknya di Malang. Hal ini dilakukan untuk memproduksi 40.000 botol hand sanitizer. Hasil produksi ini akan dibagikan gratis untuk sejumlah rumah sakit rujukan coronavirus (COVID-19).

“Kami ingin berkontribusi dalam meringankan beban mereka yang berjuang di garda terdepan. Karenanya, kami melakukan inisiatif menyumbangkan hand sanitizer kepada rumah sakit yang kesulitan untuk mencukupi kebutuhan,” ujar Direktur Utama PT Beiersdorf Indonesia Holger Welters.

Upaya untuk membantu pencegahan penyebaran COVID-19 oleh Beiersdorf nyatanya tidak hanya dilakukan di Indonesia. Ini merupakan inisiatif global dari Beiersdorf.

Di Eropa, perusahaan asal Jerman ini juga mendukung gerakan melawan COVID-19. Dilansir dari reuters, Beiersdorf bahkan telah mengubah dua operasional pabrik di Jerman dan Spanyol yang biasanya digunakan untuk memproduksi NIVEA dan merek skincare lainnya, Eucerin dan La Prairie.

Beiersdorf menargetkan 500 ton hand sanitizer untuk klinik, rumah sakit, tenaga medis, dan layanan publik lain di Eropa. Kendati demikian, Beiersdorf menegaskan bahwa perubahan operasional dua pabrik tersebut tidak akan memengaruhi produksi reguler mereka.

Tidak hanya Beiersdorf, LVMH atau yang lebih dikenal dengan Louis Vuitton juga melakukan gerakan serupa. Lini kosmetik dari merk mewah ini diketahui memproduksi hand disinfectant gel dalam jumlah besar di Prancis.

Keputusan tersebut tampaknya berangkat dari tingginya kasus COVID-19 di Prancis yang hingga Kamis (02/04/2020) mencapai 56.989 dengan kematian 4.032 orang dan total pasien yang sembuh 10.935.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

MARKETEERS X








To Top