Program Cha-Ching Prudential Edukasi Usia Dini Soal Literasi Keuangan

profile photo reporter Muhammad Perkasa Al Hafiz
MuhammadPerkasa Al Hafiz
09 Maret 2022
marketeers article
Program edukasi Cha-Ching
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) punya banyak cara untuk mengedukasi masyarakat dan berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan. Tidak terkecuali untuk masyarakat usia dini melalui inisiatif Cha-Ching. Program edukasi Cha-Ching ini bertujuan memperkenalkan konsep dasar pengelolaan keuangan kepada anak-anak usia 7-12 tahun.
Ada empat konsep dasar keuangan yang diajarkan dalam kurikulum Cha-Ching, yaitu Memperoleh (Earn), Menyimpan (Save), Membelanjakan (Spend), dan Menyumbangkan (Donate). Selain bermanfaat membekali anak-anak dengan pengetahuan manajemen keuangan agar mereka lebih bertanggung jawab dalam menggunakan uang mereka, program ini juga membantu membangun masa depan yang lebih aman bagi diri dan keluarga mereka.
Salah satu program yang ditujukan untuk mengembangkan program Cha-Ching adalah Cha-Ching Financial Literacy Conference yang diadakan secara virtual pada 18-19 Februari 2022. Konferensi dua hari yang diadakan oleh Prudence Foundation bekerja sama dengan Junior Achievement (JA), organisasi pendidikan nirlaba internasional. Sementara Prudence Foundation merupakan organisasi nirlaba yang didirikan untuk menjalankan program Community Investment dari Prudential Corporation Asia sekaligus inisiator dari Cha-Ching.
Konferensi yang terbuka untuk publik ini mengumpulkan pendidik, pakar industri, pembuat kebijakan, dan akademisi dari seluruh dunia dan menyoroti kemajuan apa saja yang telah dicapai di bidang edukasi literasi finansial, dan kolaborasi seperti apa yang dibutuhkan untuk semakin meningkatkan tingkat literasi masyarakat.
“Penelitian menunjukkan bahwa upaya edukasi finansial harus dimulai sedini mungkin karena anak-anak sudah mulai mengembangkan kemampuan dasar untuk mengelola keuangan sejak usia tujuh tahun. Melalui program Cha-Ching, kami terus berinovasi dalam upaya membekali generasi masa depan dengan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku keuangan, sehingga mereka mampu membuat keputusan keuangan yang lebih baik dalam hidup,” jelas Donald Kanak, Chairman of Prudence Foundation dalam laporannya.
Kurikulum Cha-Ching diperkenalkan pada tahun 2016 oleh Prudence Foundation bekerja sama dengan JA Asia Pacific. Program ini ditujukan untuk memudahkan para guru memberikan edukasi finansial secara terstruktur di kelas. Hingga kini, program tersebut telah diluncurkan di delapan negara dan menjangkau lebih dari 500.000 murid dan lebih dari 10.000 guru di benua Asia dan Afrika.
Di Indonesia, Kurikulum Cha-Ching diperkenalkan pada tahun 2017 dan telah mendidik lebih dari 160.000 murid dan melatih 5.300 guru di 2.900 sekolah dasar di Indonesia, seperti di Jabodetabek, Sidoarjo, Trenggalek dan Blitar.
“Dalam empat tahun terakhir, jumlah murid di Indonesia yang terpapar literasi keuangan melalui Kurikulum Cha-Ching meningkat sebanyak lima kali lipat, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan literasi keuangan murid sebesar 12% pascapembelajaran,” ujar Indrijati Rahajoe, Chief Human Resources and Community Investment Officer Prudential Indonesia.
Selain itu, menurut sebagian besar guru yang berpartisipasi di program ini sebagai pengajar, materi Kurikulum Cha-Ching mudah dipahami oleh murid karena mengemas konsep dasar keuangan secara kreatif untuk menarik minat belajar anak-anak.
Selain modul dan permainan, fokus inovasi yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga materi-materi yang diajarkan dapat mudah dipelajari oleh anak. Salah satunya melalui video musik kisah Cha-Ching yang menceritakan petualangan seru enam anak anggota grup band dalam mengajarkan empat konsep dasar keuangan.
Selain bemanfaat untuk anak-anak, kurikulum Cha-Ching juga dapat membantu para guru atau tenaga pengajar sebagai konten pembelajaran yang interaktif dan menarik tentang penerapan mengelola keuangan sejak dini. Tak hanya itu, para orang tua juga merasakan manfaatnya dalam membimbing anak-anaknya untuk mulai belajar mengatur keuangan sejak dini secara menarik melalui kanal digital.

Related