Consumer Goods

QNET Kembangkan Bisnis MLM di Indonesia Direct Selling 4.0 Expo 2020

Foto: QNET

Model Bisnis penjualan langsung atau jamak dikenal dengan Multi Level Marketing (MLM) terus bertumbuh di pasar Indonesia. Mengandalkan jaringan pemasaran para mitra usaha, hasil survei yang dilakukan Kementerian Perdagangan menunjukkan usaha penjualan langsung dapat berguna sebagai sarana bagi para pelajar dan mahasiswa mengasah mental kewirausahaan mereka. Sayangnya, model usaha ini menghadapai tantangan mengenai citra yang kurang baik.

Untuk itu, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan asosiasi di bidang penjualan langsung dan lembaga pemerintah terkait untuk secara aktif memajukan industri direct selling. Seluruh pihak bermisi untuk meningkatkan edukasi dan literasi tentang usaha penjualan langsung atau MLM agar citra usaha penjualan langsung di mata masyarakat dapat menjadi lebih baik. Upaya ini pun diimplementasikan melalui sebum pameran secara virtual.

”Indonesia Direct Selling 4.0 Expo 2020 yang dilakukan secara virtual adalah salah satu contoh kegigihan memasarkan produk direct selling yang memanfaatkan kemajuan teknologi,” tegas Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia dalam sharan persnya.

Mendag menambahkan bahwa pemerintah melalui Kemendag mengapresiasi langkah  Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) yang mempelopori pameran virtual Indonesia Direct Selling 4.0 Expo 2020.  Ajang ini dapat dijadikan momentum bagi perusahaan penjualan langsung untuk semakin berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. 

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) Endrew Susanto, mengatakan bahwa sektor ini membutuhkan terobosan baru dalam memasarkan produk-produk direct selling di masa pendemi ini. Untuk itu, AP2LI mengadakan Indonesia Direct Selling 4.0 Expo 2020 yang diikuti oleh 100 perusahaan direct selling di Indonesia. 

“Pameran ini bertujuan untuk memberikan informasi positif tentang peluang usaha industri penjualan langsung. Model ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam memiliki penghasilan tambahan di masa pandemi ini,” pungkas Andrew.

Di kesempatan yang sama, CEO QNET, Malou Caluza mengatakan bahwa QNET menjadi perusahaan direct selling yang berbisnis dengan mengembangkan iklim kewirausahaan dalam memasarkan produk-produk dengan sistem MLM. QNET sudah meramaikan bisnis direct selling selama lebih dari 20 tahun, baik di Indonesia maupun di lebih dari 100 negara. 

“Melalui pameron ini, QNET ingin bisa mendekatkan diri dengan para member atau calon member atau publik lain untuk lebih mengenal QNET. Kami adalah perusahaan direct selling yang mempunyai legalitas untuk melakukan bisnis direct selling di Indonesia,” tegas Malou Caluza.

Beroperasi sekitar 18 tahun, QNET terus menggali peluang kolaborasi yang berfungsi untuk memperluas penawaran produk mereka di pasar nasional. QNET sendiri menawarkan berbagai macam produk, contohnya adalah Eternaleaf yang menjadi andalan.

Eternaleaf merupakan produk Indonesia yang mengangkat warisan budaya dan kekayaan alam Papua. Produk berbahan dasar minyak buah merah asli yang tumbuh subur di Papua ini ditujukan untuk merawat kulit dan rambut.

“QNET ingin membuat Eternaleaf sebagai produk global. Harapannya, produk asli Indonesia ini bisa dikenal dan dimanfaatkan khasiatnya yang dikemas dalam bentuk Eternaleaf dalam varian sabun mandi, body lotion, dan shampo,” tutup Malou.

MARKETEERS X








To Top