Raih Pendanaan Senilai Rp 114 Miliar, Populix Perkuat Digitalisasi

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
27 Juni 2022
marketeers article
CEO dan Co-Founder Populix, sumber gambar: pers rilis
Perusahaan rintisan (starup) riset berbasis digital, Populix resmi meraih pendanaan Seri A senilai US$ 7,7 juta atau setara dengan Rp 114 miliar (kurs Rp 14.797 per US$). Suntikan dana segar tersebut dipimpin oleh Intudo Ventures dan Acrew Capital, dengan partisipasi dari Altos Ventures dan Quest Ventures.
Timothy Astandu, Co-Founder & Chief Executive Officer (CEO) Populix mengungkapkan, pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendigitalisasi seluruh proses pengumpulan data. Ke depan, Populix memanfaatkan kekuatan teknologi untuk membangun platform riset one-stop-solution guna membantu bisnis, institusi, dan individu mengambil keputusan berbasis data.
Adapun layanan yang diberikan Populix, yakni riset komprehensif secara kuantitatif maupun kualitatif untuk memahami kebutuhan pelanggan, menganalisis pasar, product testing, UI/UX study, brand health tracker, dan sebagainya.
“Melalui putaran pendanaan ini, Populix berkomitmen untuk semakin memperkuat misi kami dalam memanfaatkan teknologi untuk memberikan kesempatan bagi setiap orang agar dapat menyuarakan pendapatnya sebagai konsumen, dan mendorong pelaku bisnis mengambil keputusan yang relevan dengan perkembangan pasar. Berangkat dari misi tersebut, kami akan terus berupaya untuk mendigitalisasi seluruh proses pengumpulan data, mengoptimasi fitur yang sudah tersedia, meluncurkan layanan-layanan baru, memperluas pasar, dan menambah kapasitas talenta sumber daya manusia (SDM) kami,” ujar Timothy melalui keterangannya, Senin (27/6/2022).
Menurutnya, dengan memusatkan proses pengumpulan data secara online melalui perangkat seluler, Populix memiliki tujuan untuk membuat pengalaman mengisi survei lebih mudah dan menyenangkan bagi para responden. Di saat yang bersamaan, skema ini akan menyederhanakan proses pengumpulan data sehingga lebih cepat dan mudah bagi para klien.
Dalam perjalanannya, Populix juga mengembangkan lini produk business-to-consumer (B2C) melalui Poplite, yaitu layanan survei mandiri berbasis Software as a Service (SaaS) yang memungkinkan setiap orang untuk melakukan riset secara cepat dengan harga yang terjangkau. Melalui Poplite, setiap orang bisa mendapatkan akses kepada 300.000 basis responden Populix yang telah dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori.
Pembuat survei tidak hanya dapat menyesuaikan kriteria responden yang dituju, tetapi juga menentukan jumlah pertanyaan dan banyaknya responden sesuai dengan anggaran yang mereka miliki. Pada kuartal ketiga tahun ini, Populix akan meluncurkan Survey Builder 2.0 pada Poplite yang menawarkan lebih banyak format pertanyaan dan logika survei.
Di lini produk datasets, Populix juga mengumumkan rencananya untuk semakin memperkuat kumpulan data mereka dengan merilis laporan khusus generasi milenial dan menambahkan profil responden yang lebih spesifik, seperti pemilik kendaraan, pekerjaan, dan berbagai tambahan profil lainnya, pada kuartal keempat tahun ini. Sebelumnya pada tahun 2021, Populix telah memperkenalkan PopVoice: Gen Z yang berisi ribuan data komprehensif seputar pola konsumsi, perilaku online, gaya hidup, tren, hingga opini para Gen Z sebagai generasi konsumen masa depan. Kumpulan data ini bisa didapatkan oleh siapa pun dengan sistem berlangganan.
“Saat ini, orang tidak dapat hanya bergantung pada naluri untuk menjalankan bisnisnya. Sebanyak 45% klien kami menyatakan bahwa Populix merupakan pengalaman pertama mereka menggunakan layanan riset. Hal ini menunjukkan bahwa Populix telah membantu banyak bisnis untuk lebih memahami konsumen mereka dan menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” tuturnya.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related