Ralali Permudah Pendanaan UMKM via Fintech

profile photo reporter Annisa Bella Syana.S.
AnnisaBella Syana.S.
22 Juli 2019
marketeers article
Jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang potensial di Indonesia memikat online marketplace B2B, Ralali. Platform marketplace ini memberi kemudahan pendanaan bagi UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.
Langkah Ralali menggandeng fintech sebagai solusi pendanaan customer mereka berangkat dari fenomena akses pendanaan UMKM yang masih terbatas. Menggandeng sejumlah pemain financial technology (fintech) sebagai mitra pendaan, Ralali telah membantu pendanaan 200 UMKM dan mengucurkan Rp 3,2 miliar  dalam kurun waktu dua bulan.
Menilik data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, hanya 20% dari total alokasi pendanaan lembaga keuangan yang telah disalurkan kepada pelaku UMKM di tahun lalu. Hal ini diamati Ralali tidak sebanding dengan dampak yang diberikan UMKM terhadap total Pendapatan Domestik Bruto (60.34%).
“Untuk itu, kami menjalin kerjasama dengan berbagai partner di sektor fintech agar mempermudah pelaku UMKM mendapatkan akses pendanaan untuk mengembangkan usaha merek,” ungkap VP of Partnership & Monetizing Ralali.com, Alvin Aulia Akbar di Jakarta, Rabu (17/07/2019).
Kolaborasi akses pendanaan ini dimulai oleh penyediaan pinjaman modal bagi Sahabat Ralali.com (sebutan untuk buyer) di kategori usaha bangunan dan konstruksi. Ralali memposisikan diri sebagai platform, Pratama Supermarket sebagai supplier, sementara Invoila dan Gradana sebagai fintech partner. Ralali bersama fintech partner menyediakan pinjaman pendanaan hingga Rp 2 miliar  selama satu tahun untuk pembelian produk-produk kebutuhan material di Pratama Bangunan Supermarket di Ralali.com.
“Akses pendanaan ini dimulai untuk pelaku usaha kategori bangunan dan akan terus dikembangkan untuk kategori segmen yang ada di platform Ralali.com yaitu industri jasa makanan, usaha perkantoran, usaha otomotif, kebutuhan FMCG, dan general merchandises,” jelas Alvin. Adapun deretan fintech partner lain, antara lain BFI, Koinworks, dan Investree.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related