Retail Media Network: Pangsa Pasar yang Berkembang

profile photo reporter Marketeers
Marketeers
13 Februari 2024
marketeers article
Ilustrasi. (Sumber: 123rf)

Hoon, Co-Founder & COO / CMO  GetPlus Indonesia

Beberapa tahun belakangan ini, retail media makin ramai di kalangan pengiklan. Retail media adalah bentuk iklan digital yang memungkinkan brand mempromosikan produk atau layanan mereka di platform e-commerce atau toko fisik ritel.

Promosi ini berupa iklan yang ditargetkan atau konten berbayar yang muncul ketika pembeli sedang mencari atau berbelanja. Meskipun masih relatif baru, popularitas retail media terus meningkat karena kemampuannya menyediakan peluang iklan yang sangat ditargetkan bagi brand dan peritel, serta menghasilkan aliran keuntungan yang cepat serta bermargin tinggi untuk menyeimbangkan tekanan bisnis inti.

Menurut BCG, retail media berpotensi menjadi pemain yang signifikan dalam industri periklanan secara global. Diproyeksikan mencapai US$ 100 miliar pada tahun 2026, pasar media ritel di AS akan menyumbang 25% dari total pengeluaran iklan digital.

Kemajuan signifikan juga terlihat di pasar APAC, terutama di Cina, yang mana lebih dari 40% dari total pengeluaran iklan digital pada tahun 2022 diarahkan ke jaringan media ritel. Retail media tidak hanya mendapatkan perhatian secara global, tetapi juga menunjukkan relevansi yang signifikan di pasar Asia.

Menurut penelitian IAB SEA+India dan Carousell Media Group tentang ‘Key Retail Media Trends in Asia’, sejumlah responden sudah menggabungkan retail media ke dalam rencana media mereka, dengan 62% memastikan keberadaannya. Namun, perlu dicatat bahwa hanya 56% dari responden saat ini mengalokasikan kurang dari 5% anggaran mereka untuk media ritel, menunjukkan potensi peningkatan investasi periklanan.

Penelitian ini menunjukkan prospek positif untuk retail media di Asia, dengan 99% responden memiliki rencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam saluran periklanan tersebut. Di Indonesia, retail media network masih didominasi oleh penjualan melalui platform online atau e-commerce.

Proyeksi pertumbuhan sektor e-commerce pada tahun 2025 mencapai 15%, dengan total mencapai US$ 82 miliar. Meskipun begitu, potensi retail media network di toko fisik memiliki peluang besar, terutama dipengaruhi oleh adopsi strategi omnichannel yang makin meningkat dari para brand.

Berbagai faktor turut berkontribusi pada perkembangan retail media, salah satunya first-party data. Perubahan dalam regulasi privasi data, seperti yang diberlakukan oleh General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa dan California Privacy Rights Act (CPRA), bersama dengan perubahan platform, seperti Apple’s identifier for advertisers (IDFA), telah membuat brand menghadapi kesulitan dalam mengakses dan menggunakan data pelanggan untuk periklanan yang ditargetkan.

Situasi ini menimbulkan kebutuhan untuk mencari solusi baru, dan di sinilah retail media muncul sebagai jawaban yang efektif. Dengan memanfaatkan first-party data, retail media dapat memberikan wawasan konsumen yang lebih personal, menciptakan saluran periklanan yang bersifat closed-loop.

Retail media, dengan keunggulan utamanya dalam memberikan peluang iklan yang sangat terarah, menggandakan potensi pelanggan dengan memanfaatkan first-party data yang telah dianalisis dengan cermat. Dengan pendekatan ini, peritel mampu mengirimkan iklan dan promosi kepada pelanggan yang bukan hanya menunjukkan minat pada suatu produk, tetapi juga saat mereka sedang aktif berbelanja, menciptakan dampak maksimal.  

Selain itu, retail media membantu brand mengukur efektivitas kampanye iklan secara real-time, memungkinkan penyesuaian strategi dengan cepat untuk mencapai hasil optimal. Bagi peritel, retail media bukan hanya menjadi sumber pendapatan baru, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan pengalaman berbelanja. Dengan menampilkan iklan yang sesuai dengan minat pelanggan, retail media menciptakan lingkungan berbelanja yang lebih personal, yang berpotensi meningkatkan penjualan dan menciptakan hubungan yang lebih erat dengan pelanggan.

Retail media mengubah cara brand terhubung dengan konsumen, membuka peluang untuk pertumbuhan dan koneksi yang lebih terarah terhadap pelanggan. Peritel harus memberikan Return on Advertising Spend (ROAS) dengan memanfaatkan first-party data dan menghubungkan iklan dengan penjualan aktual. Peritel juga harus investasi berkelanjutan pada retail media dalam teknologi (seperti AI) dan penggunaan data untuk menciptakan tawaran media promosi yang efektif.

Peritel yang memahami pelanggan sebagai personal dan menyajikan informasi secara relevan dapat membangun loyalitas serta kepuasan pelanggan. Dengan fokus pada kepentingan pelanggan, retail media bisa mencapai keterlibatan konsumen yang optimal.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS