RI, Malaysia, dan Thailand Bidik Peningkatan Devisa US$ 75 Miliar di Sektor Pariwisata

marketeers article
Presiden Jokowi memimpin KTT ke-15 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). (Foto: Kemenparekraf)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menargetkan adanya peningkatan devisa negara dari sektor pariwisata sebesar US$ 75 miliar atau setara dengan Rp 1.106 triliun (kurs Rp 14.754 per US$). Target ini dikejar melalui peningkatan konektivitas dan pertumbuhan bersama dengan Malaysia serta Thailand.

Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menuturkan, kesepakatan telah terjalin dengan ketiga negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam diplomasi itu, Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) diyakini mampu berkolaborasi dengan baik.

BACA JUGA: Mengintip Cara Unik Jokowi Berdiplomasi pada KTT ASEAN 2023

Indonesia juga meluncurkan program Visit Year IMT-GT 2023-2025 sebagai subregion dari ASEAN yang diharapkan bisa melibatkan 10 provinsi yang ada di Sumatra serta Thailand Selatan dan Malaysia.

“Salah satu isu utama adalah hilirisasi industri termasuk industri pariwisata, juga penguat konektivitas sehingga targetnya bisa lebih meningkatkan kunjungan wisatawan,” kata Sandiaga melalui keterangannya, Jumat (12/5/2023).

Menurutnya, ketiga negara secara geografis maupun kultur mempunyai kedekatan. Sehingga lebih mudah dalam mengembangkan industri pariwisata.

BACA JUGA: Buka KTT ASEAN, Jokowi: Ekonomi Belum Pulih, Rivalitas Semakin Tajam

Melalui kerja sama itu, kata Sandiaga, ditargetkan dapat menarik sebanyak 60 juta wisatawan melalui program Visit Year IMT-GT tahun 2023 hingga tahun 2025. Dari jumlah wisatawan yang masuk, kontribusinya terhadap devisa negara mencapai US$ 75 miliar.

“Indonesia diminta menjadi pemimpin dalam visit year ini,” ujarnya.

Sandiaga menyebut, akan memulai dengan menginisiasi program ini di Bangka Belitung dan Sumatra Selatan. Setelah itu akan dilanjutkan ke 10 provinsi yang ada di Sumatra termasuk event di Malaysia dan Thailand.

Dari sisi konektivitas, antara Batam-Bintan dengan Malaysia-Johor dan beberapa destinasi lainnya segera diperbaiki untuk meningkatkan konektivitas dari ketiga negara. Terakhir, pemerintah akan menggelar event world entrepreneur summit di Padang, Sumatra Barat.

“Tadi saya langsung mengundang Perdana Menteri Malaysia dan perwakilan dari pemerintah Thailand juga Sekjen ASEAN untuk menghadiri event tersebut. Sebagai bagian yang dirancang untuk IMT-GT,” katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-15 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), menyampaikan kegembiraannya karena di tengah situasi global, pada tahun 2021 volume IMT-GT berhasil mencapai US$ 618 miliar. Nilainya diperkirakan bisa terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

“IMT-GT diharapkan semakin mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan guna menghadapi berbagai tantangan di depan yang tidak mudah,” kata Jokowi.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS