RI Rayu Vietnam Kerja Sama Kembangkan Kendaraan Listrik

marketeers article
Ilustrasi motor listrik. Sumber gambar: 123rf.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan penjajakan dengan Vietnam untuk kerja sama di bidang kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Selain itu, beberapa sektor yang sangat potensial untuk kerja sama di antaranya industri hijau, food security maupun pendukung sektor industri seperti penguatan penelitian dan pengembangan (Litbang), serta sumber daya manusia (SDM).

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian menuturkan peluang kerja sama tersebut telah dikomunikasikan dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam Nguyen Hong Dien. Dia bilang Vietnam merupakan salah satu negara mitra dagang strategis dengan total perdagangan mencapai US$ 13,3 miliar pada tahun 2022.

BACA JUGA: Toyota Akan Perkenalkan Mobil Electric Double Cabin di Tokyo Auto Show

“Kami mengusulkan perlunya kerja sama pengembangan ekosistem industri baik secara bilateral ataupun melalui wadah ASEAN,”kata Agus melalui keterangannya, Jumat (12/1/2024).

Pada pertemuan kedua menteri tersebut, Agus menyampaikan pada tahun 2023 Indonesia sukses menjadi tuan rumah pada Keketuaan ASEAN dengan mengusung tema Epicentrum of Growth. Salah satu kesepakatan yang telah dicapai, yakni pembentukan task force yang bertugas untuk meningkatkan penurunan karbon dan good regulatory practice (GRP).

BACA JUGA: Toyota Akan Perkenalkan Sports Car Electric dalam Tokyo Auto Show

Indonesia juga mengundang Vietnam untuk turut berkolaborasi mendorong keterlibatan sektor swasta dalam ASEAN Industrial Project Based Initiative (AIPBI), yang merupakan usulan Kementerian Perindustrian.

Agus menyebut Indonesia masih menjadi negara tujuan investor Vietnam dalam menanamkan modalnya di sektor industri. Pada tahun 2023, terjadi peningkatan realisasi investasi Vietnam di Indonesia dengan nilai sebesar US$ 1,5 juta atau meningkat 6,1% dari tahun sebelumnya. 

Adapun investasi di sektor industri meliputi industri industri kertas dan percetakan serta industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Tidak hanya itu, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk sektor otomotif. Data menunjukkan kepemilikan mobil di Indonesia sebesar 19,1 juta unit sedangkan sepeda motor 128 juta unit.

Proyeksi permintaan baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia juga diperkirakan semakin meningkat ke depannya. Indonesia saat ini masuk peringkat sepuluh besar manufaktur dunia dengan nilai global manufacturing output sebesar 1,4%, sesuai laporan yang dirilis oleh Safeguard Global. 

Selanjutnya, berdasarkan data World Population Review, Indonesia menempati peringkat ke-12 dan Vietnam posisi ke-23. Sementara itu, Menperindag Vietnam Nguyen Hong Dien menyambut baik peluang kerja sama tersebut. 

Dia mengapresiasi Keketuaan ASEAN Indonesia pada tahun 2023 yang menghasilkan banyak prioritas pengembangan ekonomi, termasuk di sektor industri.

Vietnam juga mengusulkan kerja sama di bidang teknologi digital, semikonduktor, dan hilirisasi sumber daya alam (SDA). Apalagi kedua negara memiliki SDA melimpah seperti nikel di Indonesia dan tanah jarang di Vietnam yang sangat diperlukan dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Kami akan menjalin kerja sama industri yang dilakukan secara bilateral dan setelahnya dapat diperluas di tingkat ASEAN,” ujarnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS