Riset Ungkap Warga Lansia Asia Masih Andalkan Transferan Anak

marketeers article
Ilustrasi. (Sumber: 123rf)

Riset terbaru dari Asian Development Bank (ADB) menunjukkan masyarakat lansia di Asia hidup dengan mengandalkan transfer uang dari keluarga, khususnya dari anak. Dalam laporan bertajuk Aging Well in Asia itu, ditemukan data bahwa 40% masyarakat Asia Pasifik yang berusia di 60 tahun ke atas tidak memiliki akses terhadap segala bentuk dana pensiun. 

Mirisnya, di antaranya didominasi oleh perempuan. Akibatnya, banyak lansia di Asia tidak punya pilihan selain bekerja pada masa pensiun atau bergantung dengan anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Berdasarkan riset yang dirilis pada Mei 2024 itu tercatat angka ketergantungan hidup lansia Asia terhadap anaknya yang terbesar ada di Laos dengan nilai 71,8%, diikuti Kamboja di angka 61,5%. Sementara itu, untuk Indonesia sendiri nilainya mencapai 50%.

Melihat fenomena ini, tak heran jika ada begitu banyak anak muda yang terpaksa menjadi sandwich generation dan begitu sulit untuk mencapai kebebasan finansial.

BACA JUGA Riset: Permintaan Karyawan yang Bisa Pakai AI Naik 2.000%

Belajar dari situasi yang dialami oleh generasi sebelumnya, makin menunjukkan betapa pentingnya untuk memiliki tabungan hari tua atau dana pensiun. Melansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut ini beberapa alasan pentingnya memiliki dana pensiun di hari tua.

1. Sebagai sarana untuk meraih masa pensiun yang mandiri

Menyusutnya penghasilan pada masa pensiun tidak berbanding lurus dengan kebutuhan. Oleh karena itu, manfaat dana pensiun akan sangat membantu untuk membiayai berbagai kebutuhan tersebut.

Beberapa pengeluaran mungkin dapat ditekan pada masa pensiun. Salah satunya adalah ongkos transportasi karena umumnya mobilitas seseorang di masa tua akan jauh lebih berkurang. 

Pasalnya, manfaat pensiun jumlahnya terbatas, maka penggunaannya perlu diatur dengan cermat.

2. Menghindari jebakan sandwich generation

Sandwich generation secara sederhana merupakan orang dewasa yang menanggung biaya hidup anak-anaknya dan orang tuanya (generasi sebelumnya) secara bersamaan. Layaknya sebuah sandwich, generasi ini terhimpit oleh kebutuhan generasi di atasnya dan di bawahnya. 

Untuk menghindari anak atau cucu kelak menjadi sandwich generation, penting bagi seseorang untuk menyiapkan dana pensiun.

BACA JUGA Riset Ungkap Harga Hunian di Bogor Alami Kenaikan Paling Tinggi

3. Sebagai modal usaha

Dana pensiun yang dimiliki juga dapat menjadi modal usaha sebagai tumpuan finansial baru ketika memasuki usia pensiun. Namun, akan jauh lebih baik jika rencana usaha telah dipikirkan jauh-jauh hari sebelum masa pensiun tiba. 

Perencanaan yang lebih matang akan membuat proses memulai usaha jadi jauh lebih mudah. Apalagi, jika kebetulan bidang usaha yang dijalankan masih ada kaitannya dengan pekerjaan yang dilakukan saat ini sehingga jalan untuk membuka usaha sendiri akan terbuka lebih lebar.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related