Rombak Kesepakatan Aliansi, Renault dan Nissan Siapkan Mobil Listrik

marketeers article
Nissan. (FOTO: 123rf)

Nissan dan Renault dalam waktu dekat segera mengungkap perincian aliansi yang telah dievaluasi ulang, termasuk soal pembagian saham. Aliansi itu juga berencana memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) Renault.

Dilansir dari Reuters, kedua perusahaan mengumumkan perombakan besar-besaran aliansi produsen mobil yang telah berusia dua dekade bulan lalu. Dari perombakan itu, Nissan bakal berinvestasi di unit mobil listrik baru Renault, Ampere.

Dalam kesepakatan ini, Renault mengurangi 15% kepemilikan sahamnya di Nissan dari sebelumnya 43%. Dengan demikian, total kepemilikan saham Renault menjadi 28% di Nissan, sehingga keduanya menjadi mitra yang setara.

BACA JUGA: Dapat Kelonggaran Kredit Pajak, Tesla Mulai Naikkan Harga Mobil Listrik

Manajemen Renault menyetujui kesepakatan pada Minggu (5/2/2023), malam, sementara manajemen Nissan juga akan meneken persetujuan, Senin (6/2/2023). Para investor dan analis akan memantau kesepakatan tersebut lebih lanjut, khususnya terkait masa depan kinerja aliansi.

“Sepertinya mereka semua menghindari isu Nissan akan membelinya kembali, yang menurut saya merupakan hal terbaik bagi semua pihak yang terlibat,” kata Christopher Richter, Analis CLSA.

Richter menilai bagi banyak orang Renault bukanlah merek yang kuat. Hal itu akan menjadi tantangan utama produsen mobil asal Prancis tersebut dalam mengumpulkan modal untuk Ampere.

BACA JUGA: Kebut Transisi KLBB, Pemerintah Subsidi Rp 7 Juta per Unit Motor Listrik

“Saya ingin tahu setelah mobil ini masuk ke pasar, berapa banyak uang yang bisa dikumpulkan. Itulah mengapa saya pikir mereka akan mendorong Nissan mengeluarkan modal lebih besar,” ujarnya.

Hubungan yang tidak setara antara kedua produsen mobil ini telah lama menjadi sumber gesekan di antara para petinggi Nissan. Renault memang menyelamatkan Nissan dua dekade lalu, namun dilihat dari segi penjualan, produsen mobil Prancis ini masih kecil.

Aliansi yang mencakup Mitsubishi Motors ini sangat renggang setelah pemecatan arsitek utama dan mantan chairman, Carlos Ghosn akibat skandal keuangan. Richter dari CLSA menilai aliansi yang diubah dapat memungkinkan Nissan dan Renault untuk bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan, berbagi biaya, hingga sejumlah produk bersama.

Richter melanjutkan Honda dan General Motors telah membangun kemitraan yang mencakup pengembangan EV berbiaya lebih rendah bersama-sama, tanpa adanya kepemilikan saham di antara masing-masing.

“Orang hampir bertanya-tanya apa gunanya mereka memiliki saham di salah satu dari keduanya, atau apa pun,” ucapnya.

Related

award
SPSAwArDS