Property

Saatnya Ambil Hunian di Daerah Prospektif

123rf.com

Saat ini, industri perbankan sedang mengalami kelebihan likuiditas dengan total Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Rp 6.665 triliun. Sedangkan penyaluran kredit hanya mencapai Rp 5.548 triliun. Hal ini menyebabkan tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 84%. Tingginya likuiditas perbankan membuat pemerintah dan otoritas memberikan stimulus melalui berbagai insentif kebijakan dan relaksasi sebagai upaya untuk mendorong kembali pertumbuhan kredit.

Terkait sektor properti, stimulus pemerintah diterapkan pada relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi nol persen. Dengan kata lain PPN ditanggung oleh pemerintah. Insentif tersebut berbentuk uang muka atau Down Payment (DP) nol persen untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini disampaikan oleh Marine Novita, Country Manager Rumah.com dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, (16/06/2021).

“Berbagai stimulus ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan konsumsi masyarakat yang diharapkan bisa menjadi pemulihan ekonomi. Alasannya, sektor properti mampu memberikan efek berlipat pada 174 industri dan 350 jenis industri kecil terkait. Saat ini merupakan waktu tepat membeli rumah,” ujar Marine.

Marine merekomendasikan konsumen melirik daerah-daerah prospektif untuk membeli properti.  Ia menyebut daerah Cisauk yang berdekatan BSD City dan Curug dengan Gading Serpong dan Lippo Karawaci. “Diapit oleh kota-kota terencana yang matang, Cisauk dan Curug dimanjakan dengan tingkat perkembangan yang sangat tinggi dan banyak pilihan distrik perbelanjaan dan taman perkantoran, serta fasilitas pendidikan dan perawatan kesehatan,” tambah Marine.

Pembangunan infrastruktur transportasi umum dan jalan, baik jalan raya maupun jalan tol masih menjadi daya tarik utama sebuah wilayah dari sudut pandang pencari properti. Pembangunan infrastruktur ini juga mendorong kenaikan harga properti di wilayah sekitar kawasan kota mandiri seperti Kabupaten Tangerang.

Editor: Sigit Kurniawan

MARKETEERS X








To Top