Lifestyle & Entertainment

Sampoerna Academy Pamerkan Rancangan Virtual Schooling

Photo Credits: Sampoerna Academy

Sekolah internasional, Sampoerna Academy memamerkan rancangan virtual school mereka. Menggunakan metode pembelajaran STEAM dan 5C melalui Google Classroom, Sampoerna Academy optimistis dapat memberikan pengalaman virtual schooling yang efektif dan nyaman.

Virtual schooling ini telah diterapkan Sampoerna Academy sejak Maret 2020. Selama empat bulan implementasi virtual schooling, Sampoerna Academy telah mencapai target akademik semester lalu dengan 5.163 sesi sekolah virtual, 92% penyelesaian tugas, dan 10.298 makalah dan proyek. Tingkat kehadiran siswa mencapai 96%, dan tingkat kepuasan orang tua mencapai 97%.

“Melalui metode pembelajaran STEAM, siswa kami sudah familiar dan siap mengoperasikan teknologi, sehingga memudahkan kami dalam mengadaptasi virtual schooling,” ujar Frida Dwiyanti, Kepala Sekolah Sampoerna Academy di Jakarta, Rabu (19/08/2020).

Langkah Sampoerna University berangkat dari problem statement yang ditemukan di lapangan. UNICEF menemukan, 66% dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan di 34 provinsi mengaku tidak nyaman belajar di rumah selama masa pandemi.

 Sebanyak 87% siswa ingin segera kembali ke sekolah, 88% siswa juga bersedia memakai masker di sekolah, dan 90% mengatakan penting untuk mehaga jarak fisik jika mereka belajar di kelas. Salah satu penyebabnya adalah 38% siswa mengaku, mengalami kekurangan bimbingan dari guru.

“Sampoerna Academy percaya jika peran guru, siswa, dan orang tua sangat penting untuk mendukung pembelajaran yang berkualitas serta menciptakan komunikasi dan kolaborasi yang efektif. Dengan menerapkan pembelajaran live synchronous melalui Google Classroom bersama guru, siswa dapat mengikuti kelas secara real-time,” jelas Frida.

Sampoerna Academy juga menerapkan pembelajaran asynchronous. Para guru menerapkan berbagai metode baru dan menarik untuk meningkatkan pengalaman belajar online siswa. Termasuk, pelajaran, tugas, dan aktivitas yang direkam di luar kelas real-time.

Orang tua juga memainkan peran penting dalam meraih virtual schooling yang sukses. Oleh karena itu, Sampoerna Academy melakukan wellbeing call pada setiap minggu untuk mengetahui perkembangan anak dan memberikan dukungan emosional serta akademik.

Dalam memberikan pengalaman virtual schooling, para guru Sampoerna Academy menunjukkan metode mengajar untuk Sains, Musik, Seni, dan Matematika. Dengan metode pembelajaran STEAM, guru mampu mengasah keterampilan 5C pada siswa, seperti melalui mata pelajaran sains, guru dapat membahas tentang bagaimana bunyi dibuat dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi bunyi dan membuat ulang alat musik.

Dengan pembelajaran synchronous, siswa diharapkan dapat mengenal bunyi yang ada disekitarnya, serta mampu menciptakan bunyi dengan instrumen sendiri yang menjadi poin utama dari hasil pembelajaran.

Virtual schooling ini juga dilengkapi dengan bimbingan dan pelatihan bagi orang tua siswa. Komunikasi secara terbuka dan teratur dengan orang tua dan siswa dilakukan melalui berbagai aplikasi, seperti e-mail, SIMS, Google Classroom, dan Whatsapp. Dengan komunikasi dan bimbingan yang jelas, maka siswa dapat belajar secara efektif dan nyaman di rumah.

MARKETEERS X








To Top