Sanksi AS Bisa Diatasi, Huawei Pastikan Kenaikan Pendapatan Akhir 2022

marketeers article
Masuk Ke Industri Kendaraan Listrik, Huawei Buat Unit Bisnis Baru (FOTO: 123RF)

Huawei Technologies Co Ltd, raksasa teknologi asal Cina memperkirakan pendapatan usaha hingga akhir tahun 2022 tumbuh 0,4% secara year on year (yoy). Dengan optimisme target itu, produsen smartphone tersebut tampaknya sudah bisa mengatasi dampak sanksi dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/12/2022), meski pendapatan naik tipis, Chairman Huawei Eric Xu tetap optimistis tentang masa depan bisnis perusahaan. Hal itu diungkapkannya dalam surat Tahun Baru perusaahan yang ditujukan kepada staf dan media. 

BACA JUGA: Aplikasi MyPertamina Dinilai Efektif Jaga BBM Subsidi agar Tepat Sasaran

“Pembatasan AS sekarang menjadi hal normal baru bagi kami. Kami kembali ke bisnis seperti biasa,” tulis Xu.

Xu memproyeksikan pendapatan usaha Huawei tahun ini mencapai 636,9 miliar yuan atau sekitar US 91,53 miliar. Capaian itu naik tipis dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 634 miliar yuan.

BACA JUGA: TSMC Mulai Produksi Massal Chip 3nm di Taiwan

Pada tahun 2021, penjualan Huawei merosot hingga 30% yoy karena sanksi AS terhadap perusahaan mulai berdampak. Target pendapatan untuk tahun 2022, masih jauh di bawah rekor perusahaan sebesar US$ 122 miliar pada 2019.

Pada saat itu, Huawei berada di puncaknya sebagai vendor smartphone Android teratas secara global. Sebagai informasi, pada tahun 2019, Presiden AS Donald Trump memberlakukan larangan perdagangan untuk Huawei.

Kala itu, Trump mengkhawatirkan masalah keamanan nasional atas beredarnya ponsel Huawei. Alhasil, Huawei tidak diperkenankan menjalin kemitraan dengan Alphabet Inc, induk Google untuk menggunakan sistem operasi Android di smartphone terbarunya.

Sanksi tersebut menyebabkan penjualan smartphone Huawei turun tajam. Namun, smartphone terbaru Huawei tetap diluncurkan dengan menggunakan sistem Android berbasis lama dan antarmuka yang dikembangkan secara mandiri bernama HarmonyOs.

Anjloknya penjualan smartphone membuat Huawei menghasilkan pendapatan melalui divisi peralatan jaringan dan cloud. Huawei juga ikut ambil bagian dengan terus berinvestasi di sektor kendaraan listrik.

Related