Technology

Sasar UKM, TikTok Luncurkan Layanan for Business

Sumber: 123RF

TikTok memperluas sasarannya dengan menargetkan pelaku UKM. TikTok meresmikan peluncuran platform tTikTok for Business sekaligus program Back-To-Business dalam rangka mengembalikan bisnis UKM selama pandemi.

Dijelaskan oleh Pandhu Wiguna, Direct Sales Leader TikTok, layanan ini merupakan platform periklanan yang dapat diakses oleh pelaku bisnis dalam segala ukuran. Melalui platform ini, TikTok menargetkan peningkatan transaksi UKM di Indonesia, terutama pada masa pandemi.

“Melalui platform ini, TikTok bertujuan memberdayakan industri bisnis di Indonesia agar bisa menjangkau audiens yang tepat dan luas,” katanya.

TikTok for Business menawarkan empat fitur yang dapat diakses secara mandiri oleh pelaku UKM. Di antaranya:

1. Creative tools untuk membuat video-video menggunakan teknologi pembuatan video khas TikTok, yaitu video creation kit, smart video soundtrack, dan TikTok Adstudio.

2. Flexible budgets merupakan fitur pengaturan pengeluaran bisnis

3. Performance targetting untuk menghubungkan bisnis dengan audiens yang tepat. Fitur ini juga bisa melacak target baru agar menemukan akun bisnis pengguna, dan

4. Business account, yaitu label akun bisnis yang memungkinkan akomodasi kebutuhan bisnis untuk menganalisis performa bisnis terhadap audiens.

Salah satu pelaku bisnis yang mengaku penjulannya meningkat setelah menggunakan platform TikTok for Business adalah Najla Bisyir, Founder Bittersweet by Najla, merek makanan pencuci mulut. Najla mengatakan, sempat adanya penurunan penjualan saat pandemi COVID-19. Padahal, mereknya telah menggunakan platform digital untuk berjualan.

“Ternyata, berjualan di platform digital tidak cukup. Tapi, perlu adanya pemanfaatan platform digital untuk melakukan promosi, beriklan, dan meningkatkan awareness,” katanya.

Najla menggunakan TikTok sebagai kanal untuk menonjolkan keunikan-keunikan sajian menu pencuci mulutnya. Dalam platform ini, Najla membuat video-video kreatif yang terbukti meningkatkan minat pembelian konsumen.

Lebih lanjut, Pandhu menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya berhenti mendukung perkembangan UKM sebatas peluncurkan platform.

“Selama pandemi, TikTok lewat program Back-to-Business membuka akses kredit sebesar US$ 300 (Rp 4,3 juta) untuk pelaku UKM agar bisa beriklan di TikTok. Kredit ini bisa digunakan hingga 31 Desember 2020,” tutup Pandhu.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top