Seberapa Besar Peran Advokat merek?

marketeers article

Salah satu strategi kampanye digital yang dilakukan merek adalah dengan menggunakan peran advokat merek (brand advocates). Istilah ini merujuk pada  konsumen yang mendukung merek tertentu dan menggunakan percakapan di online untuk berbagi pendapat, rekomendasi, pemikiran tentang sebuahg produk dan jasa. Advokat merek ini  menjadi bagian penting dalam bauran pemasaran  media sosial.

Para advokat merek ini memberikan rekomendasi melalui banyak media, seperti blog, Twitter, Facebook, dan sebagainya. Ia mengupas seluk beluk positif sebuah produk dalam tulisan-tulisannya di blog. Termasuk produk anyar, program diskon, dan sebagainya.

“Pakar industri dan para influencer media sosial sekarang ini menarik minat bagi pemasar. Apalagi mereka memiliki kekuatan memengaruhi keluarga dan sahabat-sahabatnya,” kata Kimberly Maul, kolumnis eMarketer dan penulis buku “Brand Advocates: Scalling Social Media Word-of-Mouth.”

Zuberance, sebuah lembaga konsultan merek, mendefinisikan advokat merek sebagai pengguna Internet yang merekomendasikan sebuah produk, merek, dan layanan paling lama satu tahun tanpa dibayar. Mereka bisa melakukannya secara pribadi atau dalam jejaring sosial atau media online lainnya.

Pada Januari 2012, Zuberance melakukan survei di Amerika Serikat tentang pengaruh advokat-advokat merek ini. Ternyata, di AS, 38 persen para advokat merek ini membuat rekomendasi sedikitnya sebulan sekali. Sebanyak 12 persen mengatakan melakukan beberapa kali dalam seminggu. Lalu, 70 persen merekomendasikan lima produk atau layanan dalam setahun.

“Rata-rata konsumen percaya pada teman atau keluarga yang menjadi seorang advokat merek. Mereka cukup memiliki daya pengaruh. Perusahaan bisa menggunakan peran mereka,” kata Maul.

*Referensi: eMarketer

Related

award
SPSAwArDS