Finance

Semester 1-2021, Total Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 64%

Meski masih dalam kondisi menantang, industri asuransi jiwa tetap membukukan kinerja positif di semester 1 tahun ini. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada enam bulan pertama tahun ini, total pendapatan dari berbagai lini usaha asuransi jiwa tumbuh 64% dibanding periode yang sama di tahun 2020. Industri asuransi jiwa mencatatkan kenaikan total pendapatan sebesar Rp 46,74 triliun, menjadi Rp Rp 119,74 triliun di semester pertama tahun ini.

“Sinyal kuat pemulihan ekonomi muncul secara meyakinkan dalam kinerja industrinya semester pertama tahun ini. Salah satunya, tergambar pada sisi pendapatan asuransi jiwa yang secara industri meraih pertumbuhan premi sebesar 17,5% dibandingkan periode sama di tahun lalu,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon.

Ia menambahkan, perbaikan pendapatan dari premi, investasi, premi reasuransi, dan lainnya di semester satu tahun ini secara year-on-year telah membangun optimisme untuk pemulihan ekonomi di masa yang akan datang. Pertumbuhan pendapatan premi pada semester 1 tahun ini ditopang oleh  kenaikan premi bisnis baru sebesar 27,4%. Nilai totalnya mencapai Rp 68,02 triliun dan premi lanjutan sebesar 2,8% atau Rp 36,7 triliun.

“Kenaikan premi bisnis baru ini berkat menguatnya penjualan bancassurance. Saluran distribusi ini tumbuh 37,5% atau setara nilai premi Rp 37,96 triliun pada tahun ini. Bahkan, kontribusi bancassurance mencapai 55,8% dari total premi bisnis baru,” tambahnya.

Dalam jenis pendapatan lainnya, imbal hasil dari kegiatan investasi juga menorehkan pertumbuhan positif yang sangat signifikan. Jika di semester pertama tahun lalu asuransi jiwa mencatatkan kerugian sebesar Rp 21,64 triliun, maka kebalikannya terjadi di semester satu tahun ini.

Perusahaan anggota AAJI mencatatkan pendapatan investasi yang positif, sebesar Rp 4,9 triliun di semester I 2021. Angka tersebut setara dengan peningkatan sebesar 122,6 persen dari imbal hasil di periode sama 2020. Sedangkan klaim dan manfaat yang diberikan industri ke masyarakat juga mampu tetap tumbuh sebesar 6,1% yoy, menjadi Rp 74,66 triliun di semester satu tahun ini.

“AAJI menilai konsistensi pembayaran klaim dan manfaat dari anggotanya dalam tiga tahun terakhir tersebut adalah bukti komitmen industri asuransi jiwa dalam melindungi masyarakat. Rata-rata klaim per tahun yang dibayarkan industri asuransi jiwa ke masyarakat sudah mencapai tidak kurang dari Rp 148,52 triliun,” tegasnya.

MARKETEERS X








To Top