Semester I Tahun 2022, GoTo Alami Kerugian Rp 13 Triliun

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
31 Agustus 2022
marketeers article
Ilustrasi ojek online (Sumber gambar: 123rf)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) melaporkan hasil kinerja bisnis selama semester I tahun 2022. Tercatat, pada enam bulan pertama, perusahaan mengalami kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 13,65 triliun atau meningkat sebesar 117,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Adapun kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar sebesar Rp 6,28 triliun. Kendati demikian, dari sisi pendapatan terdapat kenaikan sebesar Rp 3,39 triliun atau sebesar 73,32%.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada 30 Agustus 2022, GoTo mencatatkan nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GTV) mencapai 42% (yoy) yang mencapai Rp 290,5 triliun. Sementara itu, pendapatan bruto mencapai 49% atau mencapai Rp 10,7 triliun (yoy).

Dari sisi nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV), GoTo mencatatkan pada kuartal II tumbuh 39% secara tahunan (yoy) yang mencapai Rp 150,5 triliun. Jumlah tersebut melanjutkan tren positif yang diraih pada kuartal sebelumnya dengan pendapatan bruto yang mengalami kenaikan 45% (yoy) sebesar Rp 5,5 triliun. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh upaya monetisasi, termasuk skema pembaruan skema komisi pedagang e-commerce, pendapatan layanan pesan antar makanan, dan pemulihan dari sektor mobilitas. Andre Soelistyo, Direktur Utama Grup GoTo menjelaskan pada kuartal kedua perseroan terus fokus pada pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkesinambungan. Nilai transaksi bruto (GTV) dan pendapatan bruto perseroan terus tumbuh, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Andre mengklaim margin bisnis juga membaik, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. 

Tren pertumbuhan ini semakin mendorong percepatan langkah GoTo untuk menuju profitabilitas. Selain itu, strategi perseroan untuk mengedepankan diferensiasi produk serta bergeser dari bisnis berbasis insentif, membuahkan hasil yang baik. 

Sejak implementasi strategi tersebut, penggunaan lintas platform meningkat serta memberikan ruang untuk menajamkan fokus, meningkatkan jumlah pelanggan setia dengan monetisasi bernilai tinggi.

“Di tengah tantangan makroekonomi yang masih berlanjut, kami memperkokoh kepemimpinan di Indonesia, memperluas keragaman dan pendalaman ekosistem untuk terus mengembangkan bisnis. Secara keseluruhan, industri ini akan terus beradaptasi di tengah perubahan yang sangat cepat. Memahami situasi tersebut, GoTo akan terus mengimplementasikan efisiensi biaya dan mendorong sinergi optimal dalam ekosistem,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related