Sentuh Valuasi US$ 3 Triliun, Microsoft Piawai Raih Top of Mind

marketeers article
(FOTO: 123RF)

Microsoft akhirnya menyentuh nilai valuasi perusahaan di angka US$ 3 triliun. Capaian ini menjadikannya perusahaan kedua setelah Apple yang mencapai kesuksesan tersebut.

Kesuksesan Microsoft tak semata inovasi belaka. Proses panjang penyusunan strategi pemasaran yang mumpuni menjadi punggawa kesuksesan merek triliunan dolar Amerika Serikat (AS) ini.

Deputy Chairman MCorp Taufik menjelaskan perjalanan Microsoft bisa dijelaskan melalui analisis 4C Diamond. Konsep ini merupakan konsep pemasaran yang digagas oleh MarkPlus, Inc.

BACA JUGA: Microsoft Berencana PHK 1.900 Pekerja Divisi Gaming

4C Diamond memiliki empat faktor yang saling terkait dan digunakan untuk melakukan peninjauan terhadap berbagai perkembangan di lingkungan bisnis pada masa kini dan mendatang. Empat faktor yang terkandung di dalam submodel 4C Diamond tersebut adalah ChangeCustomerCompetitor, dan Company.

Ketiga faktor pertama (change, customer, dan competitor) merupakan unsur-unsur utama lanskap bisnis. Faktor terakhir, yaitu company adalah faktor internal yang posisinya sangat penting dalam pembentukan strategi perusahaan.

Oleh karena itu, dengan menggunakan submodel 4C Diamond tersebut dapat meninjau semua faktor, baik internal maupun eksternal. Analisis 4C Diamond merupakan prasyarat sebelum melakukan analisis Threat-Opportunity-Weakness-Strength (TOWS).

Dengan mengkaji unsur-unsur luar, segala kemungkinan ancaman dan peluang lebih dahulu dikaji sebelum kelemahan dan kekuatan yang kita miliki (internal). Perspektif outside-in sesuai dengan market oriented approach daripada product-oriented approach, sesuai dengan filosofi marketing terkini.

BACA JUGA: Valuasi Microsoft Tembus US$ 3 Triliun, Setingkat di Bawah Apple

Pemanfaatan 4C inilah yang dilakukan oleh Microsoft sehingga mampu tumbuh dan berkembang. Selain itu, di era ketidakpastian, Microsoft mampu menavigasi arah perusahaan dengan tepat.

Ini tertuang dalam konsep CI-EL dan PI-PM seperti dijelaskan Taufik. Konsep tersebut merupakan gabungan klaster entrepreneurial yang terdiri atas elemen-elemen creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership atau CI-EL, dan klaster professionalism, yaitu elemen-elemen productivity, improvement, professionalism, dan management atau PI-PM.

“Kepemimpinan Satya Nadela bisa meningkatkan productivity, akhirnya meningkatkan kinerja yang lebih bagus,” katanya siaran langsung Investor Daily Talk bertajuk “Bedah Strategi Microsoft Tembus Market Cap US$ 3 Triliun di IDTV pada Jumat (26/1/2024).

Taufik mengakui kepiawaian Microsoft dalam menjaga performa bisnisnya melalui pemasaran. Pemasaran yang dilakukan Microsoft mampu menjaga kebutuhan akan produk-produk perusahaan dan menjaganya menjadi top of mind.

“Salah satu kunci dari marketing adalah membangun persepsi. Setelah tidak ada WFH, ada persepsi teknologi tak perlu lagi. Mereka harus membangun persepsi jasa teknologi, dan ai generatif, terus dibutuhkan sepanjang masa,” tutur Taufik.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS