Industry

Setelah Microsoft, Twitter Juga Tertarik Beli TikTok

SUMBER: 123RF

Twitter tengah melakukan pembicaraan tahap awal mengenai kolaborasi potensial dengan TikTok. Platform video sharing asal China tersebut dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi perbincangan karena ancaman pelarangan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menghadapi ancaman pelarangan di Negeri Paman Sam, perusahaan induk Tiktok, ByteDance mengungkapkan siap melepas operasional mereka di AS. Dilansir dari Financial Times, Microsoft berada di dalam daftar peminat. Namun, mereka tidak ingin mengambil porsi operasional di AS saja tetapi juga beberapa negara lainnya seperti Australia, New Zealand, dan Kanada.

Kendati demikian, belum ada kabar lebih lanjut mengenai perluasan ketertarikan dari Microsoft. Terutama setelah diskusi antara CEO Microsoft Satya Nadella dengan Trump terkait akuisisi TikTok.

Mengenai pembicaraan awal antara Twitter dan TikTok banyak yang memperkirakan kesepakatan mengenai akuisisi akan menemui banyak hambatan. Tantangan terberat tentunya keputusan Trump yang menegaskan keyakinannya platform tersebut dapat mengancam keamanan nasional AS.

Twitter tampaknya dapat menjadi pesaing kuat Microsoft dalam persaingan mendapatkan operasional TikTok. Namun, jika melihat perbandingan antara dua perusahaan, Microsoft lebih unggul. Pasalnya, Twitter belum tentu memiliki modal sebanyak Microsoft tersebut.

Sampai saat ini Trump masih teguh dengan pendiriannya dan memberikan batas waktu hingga 15 September mendatang pada TikTok. Ia tidak akan melarang kehadiran aplikasi tersebut di AS asalkan dijual kepada perusahaan asal Amerika.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top