Technology

Share Car, Beri Pengalaman Baru Menyewa Mobil

SUMBER: SHARE CAR

Masyarakat semakin akrab dengan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pembelian barang hingga melakukan perjalanan, semua serba berbasis teknologi aplikasi yang bisa diunduh di ponsel pintar. Terkini, ada layanan sewa mobil tanpa kunci yang menggunakan teknologi aplikasi mobile, yakni Share Car.

Share Car merupakan aplikasi sewa mobil dengan konsep tanpa kunci yang diinisiasi oleh ASSA Rent, perusahaan sewa mobil. Penyewa bisa langsung meminjam mobil untuk bepergian hanya dengan melakukan aktivasi melalui ponsel pintar.

Banyak pengguna dari Share Car merupakan karyawan dengan mobilitas yang tinggi. Mereka biasanya kerepotan jika harus menggunakan kendaraan umum atau ride hailing untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya. Layanan yang dihadirkan Share Car ini dianggap cocok bagi pengguna yang memang membutuhkan kendaraan untuk melakukan multi trip.

“Terkadang ketika bepergian ke banyak tempat, pengguna membutuhkan tempat untuk meletakkan barang. Sehingga, bepergian menggunakan kendaraan sewaan bisa menjadi lebih nyaman,” tutur Litta Marchell, Strategic Marketing Head Share Car.

Melihat permintaan yang terus naik, Litta mengatakan bahwa akan ada penambahan station yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran Share Car di Jakarta akan semakin lengkap dengan dua wilayah lainnya, yaitu Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Selain Jakarta, Share Car juga menargetkan perluasan cakupan mereka ke BSD, Tangerang. Share Car memiliki rencana ekspansi pada tahun 2020.

“Pemilihan lokasi untuk kehadiran Share Car dilakukan dengan melakukan survei terlebih dulu. Kami melakukan market test di wilayah perkantoran dan hunian,” ujar Litta.

Dari awal kehadirannya, Share Car memperkenalkan teknologi berkendara dengan konsep self drive tanpa kunci. Share Car menawarkan pengalaman berbeda menyewa mobil secara online tepatnya melalui aplikasi.  Pada peluncuran aplikasi versi terbarunya, Share Car V2.0, ASSA Rent menggandeng Quantum Inventions sebagai provider end-to-end car sharing application dan hardware.

Dengan kerja sama ini, Share Car diperkaya dengan fitur-fitur baru. Beberapa di antaranya gps geo-location serta bluetooth atau near field communication (NFC) untuk melakukan lock dan unlock kendaraan tanpa perlu khawatir akan sinyal yang tidak stabil.

“Karena lokasi parkir yang terkadang berada di basement, kendala hilang sinyal dari ponsel menjadi kekhawatiran para pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, kami menggunakan bluetooth atau NFC,” jelas Litta.

Jika kekhawatiran terhadap sinyal dijawab dengan bluetooth dan NFC, Share Car juga memastikan kenyamanan pengguna dengan memastikan layanan call center 24/7. Pasalnya, selain sinyal, kendala teknis seperti aplikasi yang tiba-tiba error mungkin tidak bisa dihindari. Namun, selain memastikan call center aktif, Share Car mengantisapi hal tersebut dengan melakukan pembaruan secara berkala.

Dengan versi terbaru dari aplikasi mereka, Share Car memungkinkan seamless experience untuk pengguna dari mulai registrasi, pencarian kendaraan, penggunaan kendaraan, dan pembayaran. Semuanya dilakukan melalui aplikasi secara mandiri. Pengguna harus menyiapkan KTP dan SIM untuk registrasi karena layanan ini mengharuskan mereka menyetir kendaraan sendiri.

Sedangkan untuk pembayaran, pengguna akan diminta mempersiapkan kartu kredit. Karena, untuk saat ini pembayaran yang diterima masih menggunakan kartu kredit. Setelah proses registrasi selesai, tim Share Car akan melakukan aktivasi akun dan kendaraan bisa langsung digunakan.

Untuk menggunakan kendaraan, pengguna hanya perlu pergi ke lokasi parkir dengan Share Car point. Tidak perlu bingung mencari mobil yang bisa disewa, pengguna bisa mengecek keberadaan kendaraan melalui aplikasi.

Menyesuaikan dengan peraturan lalu lintas yang ada, Share Car menyediakan dua kendaran dengan plat ganjil dan genap. Pengguna bisa memilih kendaraan mereka lalu membuka aplikasi untuk melakukan booking. Sedangkan untuk pengembalian kendaraan, pengguna harus kembali ke point semula. Karena, untuk saat ini, Share Car masih menggunakan sistem station based.

Perhitungan tarif pada Share Car merupakan gabungan antara jam pemakaian dan perjalanan (kilometer). Untuk skema perhitungannya, satu jam pertama pengguna harus membayar Rp 90.000 dan jam-jam berikutnya akan ditambahkan Rp 30.000. Harga tersebut sudah termasuk biaya bahan bakar minyak (BBM).

Pada tahun 2020 ini, Share Car juga menargetkan penggunanya tidak terbatas pada individu namun korporasi. Sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan canvasing, meeting, hingga tugas luar kota.”Melihat respons positif serta rencana ekspansi, kami akan menambah 200 armada dalam jangka pendek dan ke depannya kami menargetkan hingga 1.000 armada,” ungkap Director of Operations PT Adi Sarana Armada Tbk. Jany Candra.

Editor: Eko Adiwaluyo

MARKETEERS X








To Top