Sharp Targetkan Indonesia Jadi Basis Produksi AC untuk Pasar Global

marketeers article
Pengiriman produksi perdana AC Sharp di pabrik Karawang, Jawa Barat. Sumber gambar: pers rilis.

Pabrikan elektronik asal Jepang, Sharp menargetkan pabrik yang berada di kawasan Karawang International Industrial City, Karawang, Jawa Barat sebagai basis produksi pendingin udara (Air Conditioner/AC) ekspor. Pabrik yang telah dibangung sejak satu tahun lalu telah beroperasi dan siap mengirimkan hasil produksi perdananya.

Shinji Teraoka, President Director PT Sharp Electronics Indonesia menuturkan pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektare (ha) dari total luas 31 ha. Ditargetkan pada April 2023 pabrik tersebut dapat memproduksi 2.700 unit AC.

BACA JUGA: Luncurkan Smartphone Terbaru, Sharp Bidik Penjualan 5.000 Sebulan

“Di masa depan, kami akan menjadikan pabrik AC Sharp di Indonesia sebagai basis utama ekspor AC untuk negara-negara di Asia,” kata Shinji melalui keterangannya, Jumat (14/4/2023).

Menurutnya, pengiriman hasil produksi perdana sebanyak 250 unit AC untuk memenuhi kebutuhan produk di wilayah Jakarta. Sharp menghadirkan tiga seri AC standar, yaitu tipe BEY series (AC standar/normal) mulai dari 0,5 PK hingga 1 PK, tipe BMY series (AC standar plasmacluster) mulai dari 0,5 PK  hingga 1 PK dan tipe BBY series (AC standar untuk B2G) mulai dari  0.5 PK dan 1 PK. Sharp Indonesia yakin mampu meningkatkan pangsa pasar produk AC-nya.

BACA JUGA: Rilis Air Purifier dengan Fitur AI dan IoT, Sharp Incar Pertumbuhan Pendapatan

“Saat ini Sharp Indonesia menduduki posisi pertama dengan menguasai pangsa pasar sekitar 22%. Dengan dilakukannya produksi dalam negeri, sudah tentu akan meningkatkan daya saing dengan harga yang lebih kompetitif,” ujarnya.

Shinji menambahkan pabrik AC ini akan dibuka secara resmi pada bulan Agustus 2023 mendatang dan siap untuk memenuhi kebutuhan produk penyejuk udara seluruh Indonesia. Termasuk pula menjadi eksportir AC ke wilayah Asia.

“Memiliki produk AC dalam negeri, akan memudahkan kami untuk terus melakukan pengembangan dengan menciptakan fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan pasar AC Indonesia,” tuturnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS