Shotokan, Bela Diri yang Dipelajari Dallas Liu si Aktor Avatar Berdarah Indonesia

marketeers article
Dallas Liu dalam serial Avatar: The Last Airbender (Foto: Instagram)

Serial Avatar: The Last Airbender masih menjadi perbincangan di berbagai media sosial, begitu pun dengan salah satu aktornya yang bernama Dallas Liu. Pemeran karakter Pangeran Zuko ini disorot bukan hanya berkat aktingnya, tapi karena ia juga memiliki darah Indonesia.

Dallas Liu ternyata memiliki darah keturunan Indonesia dari keluarga ibunya. Dalam sebuah wawancara, aktor kelahiran tahun 2001 ini mengaku sudah lama tidak kembali ke kampung halaman sang ibu yang bertempat di Jakarta.

Sesuai dengan perannya di serial Avatar: The Last Airbender yang penuh laga, Dallas Liu rupanya memang sudah menunjukkan minat pada seni bela diri sejak kecil. Ia diketahui pernah mempelajari bela diri Shotokan khas Jepang.

BACA JUGA: Sinopsis Live Action Avatar: The Last Airbender, Tayang di Netflix

Bukan sekadar mempelajari, Shotokan bahkan sukses membawa Dallas Liu menjadi juara dunia Asosiasi Karate Olahraga Internasional pada tahun 2012. Lantas, seperti apa bela diri yang dipelajari oleh Dallas Liu? Berikut ulasannya:

Salah Satu Aliran Karate

Melansir laman Institut Karate-Do Indonesia (INKAI), Shotokan merupakan salah satu aliran karate yang berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu. Prinsipnya, konsep ini berfokus akan satu gerakan yang dapat ‘membunuh’ lawan.

Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah sekaligus pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear atau frontal, sehingga praktisi aliran karate ini berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

Adapun nama Shotokan diambil nama pena Gichin Funakoshi, yaitu Shoto. Gaichin Funakoshi sendiri merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang.

BACA JUGA: Persija Esports Goes to MDL & Persija Esports Championship 2024

Sedangkan, Kan dimaknai sebagai gedung atau bangunan. Sehingga, bila kedua kata tersebut digabungkan hingga membentuk Shotokan, maka dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. 

Di Indonesia, aliran ini dibawa masuk oleh beberapa mahasiwa, yakni Baud AD Adikusumo, Karianto Dojojonegoro, Mochtar Ruskan, dan Ottoman Noh pada tahun 1960-an setibanya dari Negeri Sakura.

Adapun beberapa perguruan karate di Indonesia yang mengikuti aliran Shotokan, antara lain Institut Karate-Do Indonesia (Inkai), Indonesia Karate-Do (Inkado), Institut Karate-Do Nasional (Inkanas), Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari), dan Shotokai.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS