Consumer Goods

Siapa Saja yang Disebut Discovery Generation?

PHOTO CREDIT: 123RF

Pandemi menyebabkan banyak masyarakat beralih ke online shopping. Survei yang dilakukan MarkPlus, Inc. bertajuk Peta Persaingan E-commerce di Indonesia Kuartal III memperlihatkan, terjadi kenaikan pengguna e-commerce dengan 90% responden memilih Shopee sebagai e-commerce yang pernah digunakan.

Shopee juga menjadi e-commerce yang paling sering digunakan selama tiga bulan terakhir (74%) karena program atau kampanye serta promo yang ditawarkan dianggap paling menarik dibandingkan e-commerce lainnya.

Melihat peningkatan pengguna e-commerce menunjukkan adanya akselerasi konsumen digital. Data dari Facebook bersama Bain & Company bertajuk Digital Consumers of Tomorrow, Here Today pada Agustus 2020 memperlihatkan, estimasi populasi konsumen digital di Indonesia sebanyak 119 juta atau 58% pada tahun 2019. Sementara itu, Forecaster memprediksikan pada tahun 2020 sebanyak 137 juta atau sekitar 68% dari total populasi menjadi konsumen digital.

“Jika kita ambil populasi 15 tahun ke atas populasi Indonesia ada 203 juta. Sebelum pandemi, prediksi 137 juta tersebut dapat dicapai hingga lima tahun ke depan. Namun, pandemi mempercepat akselerasi pertumbuhan digital consumer,” kata Adisti Latief, Marketing Science Lead Facebook Indonesia, Kamis (17/09/2020).

Dari survei yang sama memperlihatkan, sebanyak 61% orang tidak memiliki rencana untuk membeli suatu produk, mereka membeli produk ketika “menemukannya” di media lain.

Adisti mengatakan, saat ini pembelian online banyak didorong oleh penemuan (discovery) produk (55%). Selanjutnya didorong oleh search led atau mencari suatu barang (28%), kemudian lainnya seperti rekomendasi dari teman (16%).

Konsumen digital biasanya menemukan barang melalui berbagai channel seperti media sosial dan video pendek (53%), messaging seperti WhatsApp (12%), medium video atau video berdurasi sedang (23%), serta long video atau video berdurasi panjang (6%).

Para online shoppers ini disebut sebagai Discovery Generation, yaitu konsumen yang banyak membeli produk di online yang mereka temukan secara tidak sengaja seperti produk fesyen, elektronik, mainan, dan sebagainya. Mereka biasanya menemukan barang-barang tersebut melalui media sosial atau aplikasi pesan seperti WhatsApp.

“Pada generasi ini merek harus menemukan sendiri konsumen mereka salah satunya melalui sebuah promosi. Generasi ini didukung oleh meningkatkan penggunaan mobile phone di kalangan masyarakat,” jelas Adisti.

Adisti menambahkan, merek harus memiliki strategi dalam menggunakan media promosi mereka seperti media sosial, video pendek, atau aplikasi pesan. Sehingga, konsumen akan lebih engage kepada produk yang mereka temukan dan akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut.

Dalam survei yang dilakukan oleh MarkPlus, Inc. menyebutkan, produk fesyen atau pakaian (61%), produk digital (59%), perawatan dan kecantikan (56%), serta aksesoris fesyen (55%) menjadi produk yang banyak dibeli bahkan di tengah pandemi sekalipun. Keempat kategori tersebut merupakan bagian dari kategori produk discovery.

Survei MarkPlus juga menunjukkan bahwa Shopee menjadi peringkat pertama top of mind e-commerce dengan angka 71%. Promosi yang dilakukan Shopee di media sosial maupun di website menjadi faktor utama e-commerce ini menjadi yang paling digunakan oleh responden di Indonesia.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top