Siasat CIMB Niaga Syariah Tingkatkan Pembukuan Aset

marketeers article

CIMB Niaga Syariah berhasil mencatat hasil pembukuan yang impresif pada tahun lalu. Diumumkan pada acara media grathering pada Rabu (23/03/2019) di Graha CIMB Niaga, Jakarta Pusat, Per 31 Desember 2018 Unit Usaha Syariah dari CIMB Niaga ini berhasil membukukan Rp 34,38 triliun. Angka ini menjadikan CIMB Niaga Syariah sebagai UUS terbesar di Indonesia.

Menurut Pandji P. Djajanegara, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, kenaikan aset ini ditopang oleh kinerja unggul pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Didasari dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan menjadi siasat CIMB Niaga Syariah meningkatkan aset melalui pembiayaan proyek. Pandji melanjutkan, prinsip ini membantu CIMB Niaga Syariah dalam menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) di posisi 0,98%, di bawah rata-rata industri perbankan syariah.

“Per 31 Desember 2018, CIMB Niaga Syariah berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26,51 triliun yang berarti tumbuh sebesar 58,8% dari tahun lalu yang sebesar Rp 16,69 triliun. Kontributor utama pembiayaan hadir dari segmen korporasi dan mortgage (KPR iB) yang masing-masing tumbh 85,5% atau Rp 11 triliun dan 60,4% atau Rp 8,7 triliun secara year on year,” jelas Pandji.

Sementara dari segi pendanaan, Pandji menjelaskan pada tahun 2018 CIMB Niaga Syariah menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 23,71 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,1% dari posisi tahun lalu sebesar Rp 19,91 triliun. Peningkatan juga terjadi di segmen profit before tax (PBT) sebesar Rp 701 miliar pada 2018, meningkat 43,3% dari 2017 sebesar Rp 489,68%.

Siasat ini, menurut Pandji menjadi kunci sukses raihan aset CIMB Niaga Syariah pada tahun 2018. Pandji melanjutkan pihaknya akan terus mencari peluang serupa dan meningkatkan pencapaian produk-produk CIMB Niaga Syariah ke depannya.

Editor: Sigit Kurniawan

Related

award
SPSAwArDS