Spotify Rilis Fitur Baru, Akuisisi Paksa Pengguna Ke Fitur Premium

profile photo reporter Bernadinus Pramudita
BernadinusPramudita
02 Agustus 2022
marketeers article
Spotify Rilis Fitur Baru, Akuisisi Paksa Pengguna Ke Fitur Premium (FOTO:123RF)
Spotify merilis fitur baru, yakni memisahkan tombol Play dengan Shuffle. Fitur ini belakangan menjadi pengembangan yang tidak sedikit diminta oleh pengguna layanan pemutar musik tersebut.
Pemisahan dua tombol dalam fitur baru Spotify tersebut memungkinkan pengguna memutar musik sesuai dengan pilihan yang ada dalam daftar playlist, tanpa teracak.
“Perubahan baru ini akan memungkinkan Anda untuk memilih mode yang Anda inginkan di bagian atas daftar putar dan album dan mendengarkan seperti yang Anda inginkan. Apakah Anda menyukai kejutan dengan mode Acak, atau lebih suka mendengarkan lagu secara berurutan hanya dengan menekan Putar,” kata perusahaan dikutip dari laman resminya, Selasa (2/8/2022).
Sayangnya, fitur baru Spotify ini tidak didistribusikan secara cuma-cuma. Pengguna yang dapat menggunakannya hanyalah yang berlangganan layanan premium. Ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam mengakuisisi paksa pengguna layanan untuk beralih menjadi pelanggan premium.
“Jadi untuk membuat pilihan itu lebih jelas dan sederhana, kami meningkatkan pengalaman pendengar dan memisahkan Tombol Acak dan Putar untuk pengguna Spotify Premium,” ujar perusahaan.
Berdasarkan data yang dikutip dari BusinessofApps, Spotify tercatat memiliki pengguna sebanyak 422 juta yang merupakan gabungan dari pelanggan premium dan pelanggan biasa atau tidak berlangganan. Sementara itu, data dari Statista menyebut jumlah pengguna yang berlangganan layanan premium berjumlah 182 juta orang.
Peluncuran fitur baru dari Spotify ini menjadi langkah perusahaan untuk mendongkrak jumlah 182 juta pelanggan premium tersebut. Terlebih data dari BusinessofApps mengatakan pemasukan per pengguna Spotify turun dari US$ 5,01 pada tahun 2018 menjadi US$ 4,39 pada tahun 2021.
Perusahaan hingga kini belum pernah mencatatkan laba bersih sejak 2008 hingga 2021. Terbaru, Spotify mencatat kerugian sebanyak US$ 39,9 juta pada tahun 2021. Perusahaan mencatatkan pendapatan pada tahun 2021 sebanyak US$ 9,89 miliar.
Kembali ke fitur baru Spotify, perusahaan mengatakan akan segera merilis fitur baru ini dalam beberapa waktu ke depan, baik untuk pengguna iOS dan Android.
“Kami meluncurkan pembaruan ini di perangkat seluler iOS dan Android untuk pengguna Spotify Premium di seluruh dunia selama beberapa minggu mendatang,” kata perusahaan.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related