Strategi Omni ZAP Clinic melalui ZAP Icon

marketeers article

Di era ini, strategi pemasaran secara online saja tidak cukup. Perlu adanya gabungan antara online dan offline, atau yang dikenal dengan sebutan omni agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan brand awareness kian diperlukan. Inilah yang kemudian dilakukan oleh ZAP Clinic melalui komunitas ZAP Icon.

ZAP Icon adalah komunitas di bawah naungan ZAP Clinic yang berdiri sejak tahun 2018. Komunitas ini terdiri dari content creator dan influencer yang melakukan free endorsement berisikan review seputar produk dan pelayanan, serta melakukan kampanye di media sosial -khususnya Instagram- mengenai ZAP. Seringkali, komunitas ini juga melakukan review di Blog dan YouTube.

Kehadiran komunitas ini dilatarbelakangi oleh hasil survei dari ZAP Beauty Index tahun 2018 yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kepercayaan konsumen terhadap influencer. Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 8,3% beauty influencer telah menggerakan konsumen untuk merawat diri. Tidak hanya itu, hasil survei ZAP Beauty pada tahun 2020 juga menunjukkan bahwa sebanyak 54% Gen Z mencari sosok panutan dalam dunia kecantikan dari beauty influencer.

“Kami menyadari bahwa content creator ini memainkan peran penting dalam memengaruhi kepercayaan konsumen. Sebab itu, pada tahun 2018 kami mendirikan komunitas yang terdiri dari para content creator berisikan selebgram, makeup artist, YouTuber, blogger, hingga TikTok-ers,” kata Feriani Chung, CMO ZAP Clinic.

Berdasarkan penuturan Feriani, ZAP Icon bertujuan untuk meningkatkan eksistensi dari klinik, serta menciptakan komunitas content creator terbesar di Indonesia. Dengan adanya komunitas ini, ZAP bisa membangun hubungan yang positif dengan para content creator tanpa melalui pihak ketiga yang menyediakan jasa distribusi content creator.

“Saat ini, kami tidak lagi harus bergantung dengan pihak ketiga untuk berhubungan dengan content creator. Sehingga, secara value kami tidak hanya berfokus kepada coverage saja, namun juga hubungan yang kuat antara brand dengan komunitas,“ jelas Feriani.

Saat ini, ZAP Clinic sudah memiliki 1.600 database ZAP Icon di seluruh Indonesia. Untuk menjalin hubungan yang lebih kuat dengan para content creator, klinik ini seringkali melakukan aktivasi, baik secara online maupun offline. Mulai dari membuat kompetisi Reels di Instagram gathering, annual event, hingga pengalaman melakukan treatment ZAP yang sudah memiliki 73 cabang yang tersebar di 17 kota di Indonesia.

“Kami berupaya untuk tetap engage dengan komunitas ZAP Icon melalui aktivasi secara omni ini. Kami banyak melakukan intimate meetup yang tidak hanya dihadiri oleh komunitas saja, namun juga pemilik klinik, hingga head dokter secara langsung untuk saling mengenal lebih dekat dengan para content creator yang tergabung di ZAP Icon,” tambahnya.

Hingga kini, ZAP Icon sudah menghasilkan sekitar lebih dari 22.000 coverage berisikan hasil review treatment yang mereka lakukan di ZAP Clinic. Feriani mengungkap, pada saat pandemi pun, ZAP Icon memberikan kontribusi untuk mengenalkan bahwa klinik tersebut aman untuk melakukan perawatan pada masa pandemi.

“Adanya ZAP Icon juga meningkatkan brand mention sebanyak 55,9%. Selain itu, data kami menunjukkan bahwa sebanyak 61% klien baru didapatkan dari Instagram, dan secara tidak langsung mempengaruhi penjualan ZAP Clinic. Hal ini terlihat dari jumlah referral ZAP Icon yang meningkat sebesar 15%,“ tutur Feriani.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS