Strategi Pelaku e-Commerce untuk Capai Target Pertumbuhan Tahun 2022

profile photo reporter Medikantyo Adhikresna
MedikantyoAdhikresna
09 Desember 2021
marketeers article
E-commerce Shop Online Homepage Sale Concept
Transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) menjalani tren positif tahun ini, terutama dilihat dari segi nilai transaksinya. Berdasarkan pernyataan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga, perkiraan nilai transaksi perdagangan secara elektronik di Indonesia mencapai US$ 70 miliar.
Angka tersebut meningkat lebih dari 50% jika dibandingkan dengan nilai transaksi sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan nilai transaksi positif tersebut membuat Bima Laga optimistis bahwa sektor e-commerce dapat mencapai angka pertumbuhan serupa tahun depan, asalkan mampu merancang strategi tepat agar dapat menarik minat pasar.
“Salah satunya perlu dipikirkan hal apa saja yang menjadi tren baik itu item yang dijual secara online, maupun barang yang dicari konsumen melalui tempat belanja offline,” kata Bima. “Bahkan, bisa saja pelaku usaha e-commerce menggabungkan kegiatannya secara online dan offline dengan beriringan.”
Berbicara dalam salah satu sesi The 16th Annual MarkPlus Conference 2022 pada Rabu (8/12), Bima menyebut contoh menjalankan strategi daring dan luring secara beriringan yang dilakukan oleh salah satu anggota asosiasinya. Pelaku usaha e-commerce tersebut melakukan promosi dengan menjual item tertentu di outlet luring milik mereka, bersamaan dengan peresmiannya baru-baru ini.
Dengan strategi yang berjalan beriringan tersebut, pelaku usaha e-commerce bisa melakukan diferensiasi penawaran dan menarik minat pembeli. Begitu juga sebaliknya, dengan menjual sejumlah item hanya melalui laman penjualan daring mereka, sehingga mendorong pelanggan untuk bertransaksi secara online.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related