Strategi Unik Rudy Project Jual Kacamata Mewah di Kala Pandemi

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
10 November 2021
marketeers article
Professional road bicycle racer in the action
Merek kacamata asal Italia, Rudy Project terus berinovasi untuk mempertahankan bisnis di tengah merebaknya pandemi COVID-19. Upaya ini dilakukan dengan cara membuat paket-paket kacamata dan menyisihkan sebagian besar keuntungan untuk berderma membantu korban virus yang menyerang pernapasan tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) dan Founder Rudy Project Indonesia Julita M Saragih mengatakan, pihaknya mengajak para pelanggan setia untuk turut gotong-royong menangani wabah di Indonesia. Selanjutnya, 10% dari hasil penjualan  disumbangkan untuk membeli masker, alat pelindung diri (APD), dan hand sanitizer bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan cara seperti itu meningkatkan penjualan sampai 40%. Itu sangat luar biasa, promosinya dilakukan saat kita sedang tidak bisa berbuat apa-apa akibat pembatasan selama tiga bulan,” kata Julita kepada Marketeers, Rabu (10/11/2021).
Julita menjelaskan, paket yang disediakan  berupa peralatan untuk bersepeda meliputi helm, kacamata, sarung tangan, kaos kaki dan jersey. Adapun harga yang dibanderol diberikan potongan harga hingga lebih dari 25%.
Dia mencontohkan, paket yang biasanya dijual Rp 15 juta, pada promo tersebut hanya dijual Rp 10 juta. Sedangkan paket yang dipatok seharga Rp 10 juta dijual pada kisaran angka Rp 6 juta. “Saat pandemi ini kami sangat diuntungkan karena pandemi banyak orang-orang yang menjadi aktif di olahraga outdoor, sehingga mereka membutuhkan produk kami,” ujarnya.
Tak hanya itu, Julita menyebut, program-program lain juga dilakukan untuk menarik minat masyarakat. Di antaranya,membuat kontes desain masker yang unik untuk bersepeda dan memberikan layanan online di setiap transaksi guna menghindari kerumunan.
“Terus kami membuat kontes masker dan membuat paket-paket yang menarik. Sebagian keuntungan dari paket itu kami sumbangkan untuk korban COVID-19,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related