Lifestyle

Streetwear dan Celana Pendek Diperkirakan Jadi Tren Fesyen Pemuda pada 2022

Sumber gambar: 123rf.com

Gaya busana kasual atau streetwear dan celana pendek diperkirakan akan menjadi tren fesyen pemuda pada tahun 2022. Para pemuda bakal lebih sering menggunakan mode busana yang mendunia pada tahun 1990-an  itu dalam bekerja maupun kegiatan sehari-hari.

Fesyen Enthusiast Judithya Pitana mengatakan, tren berpakaian  tahun depan diperkirakan akan banyak perubahan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, adanya pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat tak bepergian dan tak berkumpul dengan banyak orang. Selain itu, ajang peragaan busana pun hampir vakum selama dua tahun terakhir.

“Tahun 2022 pakaian dengan mengutamakan kenyamanan tetap menjadi tren. Streetwear dan celana pendek akan diganderungi pemuda dengan perpaduan yang lebih glamor,” ujar Judithya dalam dialog daring bertajuk Streetwear Andalan Segala Aktivitasmu di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Menurutya, untuk busana kerja kedua model pakaian itu dapat digunakan. Biasanya para pekerja akan mengombinasikan menggunakan blazer dengan konsep kasual. Selain itu, gaya busana psychedelic prints juga diperkirakan tetap mencuri perhatian.

Lagi-lagi, Judithya menyebut baju itu akan dikolaborasikan menggunakan blazer. Baik itu blazer ketat maupun longgar. “Kalau untuk blazer, tahun depan yang lebih gombrong akan banyak disukai. Kemudian ada juga, perpaduan pakaian dengan warna black and white clash akan banyak digunakan,” kata dia.

Ia melanjutkan, jenis baju yang bakal ngetren lainnya yaitu power waistcoat. Masyarakat akan berbondong-bondong menggunakan pakaian tersebut dengan beberapa alasan di antaranya yaitu kenyamanan, kepercayaan diri, dan kesehatan dalam menggunakan pakaian.

“Jadi lebih fastest fesyen juga mungkin akan tren tahun depan. Karena mungkin orang sudah bosan pake baju-baju untuk rumah saja,” ujarnya.

Sementara itu, merek deterjen yang diproduksi oleh Wings Corporation, SoKlin Pewangi akan mengincar tren tersebut untuk memperluas pangsa pasar. Senior Product Manager SoKlin Andrico Immanuel mengungkapkan, produknya menawarkan inovasi terbaru dengan daya tahan wangi yang lebih lama.

Andrico mengklaim, aroma harum dari produknya mampu bertahan hingga 24 jam pada pakaian. Tak hanya itu, semua jenis bahan pakaian pun dapat menggunakan deterjen itu tanpa merusak warna maupun kualitas baju.

“Kami punya dobel parfum, jadi kami punya berbagai inovasi untuk menangkap peluang tersebut yaitu dengan memberikan produk-produk yang mampu memberikan bau wangi lebih lama. Rekomendasi juga untuk orang yang senang melakukan aktivitas olahraga,” tuturnya.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

The Latest

To Top