Digital

Sudut Pandang Daniel Zhang Soal Masa Depan Bisnis Alibaba

Photo Credits: Alibaba

Tiongkok mengawali tahun lalu dengan perjuangan melawan wabah COVID-19 dan menutup tahun ini sebagai negara pertama di dunia yang dapat menekan pandemi secara efektif dan mengembalikan kehidupan seperti sedia kala. Berdasarkan perkiraan International Monetary Fund, Tiongkok adalah satu-satunya negara dengan ekonomi yang besar yang mampu mendapatkan peningkatan GDP positif di 2020. Lantas, bagaimana kondisi bisnis Alibaba Group saat ini dan proyeksi di masa depan sebagai perusahaan teknologi yang cukup kuat di Tiongkok?

Menurut National Bureau of Statistics, Tiongkok mencatat penjualan ritel sebanyak RMB42 triliun (US$6,4 triliun) pada periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2021. Sementara itu, pertumbuhan GDP di kuartal yang berakhir pada Maret 2021 mencapai 18.3% YoY. Berbanding terbalik dengan pemulihan ekonomi makro dan digitalisasi cepat di Tiongkok, semua bisnis Alibaba Group tumbuh dengan sehat. Alibaba Group berhasil melewati  tahun fiskal yang penuh warna.

Di tahun fiskal sebelumnya, Alibaba Group telah membuat kemajuan signifikan terhadap tiga strategi utama, yaitu konsumsi domestik, globalisasi, dan komputasi awan.

“Kemajuan ini memperlihatkan kekuatan infrastruktur digital commerce milik Alibaba serta komitmen jangka panjang untuk berinvestasi untuk masa depan dan menciptakan  nilai untuk pelanggan, penjual dan mitra melalui berbagai inovasi. Untuk bisnis consumer-facing kami, Ekosistem Alibaba mencatat GMV sebesar RMB8,1 triliun saat tahun fiskal, terjadi kenaikan lebih dari RMB1 triliun YoY,” papar Chairman dan CEO Alibaba Group Daniel Zhang dalam keterangan resmi di laman Alibaba, Rabu (19/05/2021).

Jumlah pelanggan aktif tahunan di ekosistem Alibaba menciptakan sejarah baru (lebih dari 1 miliar) dengan kenaikan penjualan sebanyak 170 juta YoY. Pelanggan aktif tahunan Alibaba yang berada di luar Tiongkok meningkat dari 60 juta menjadi lebih dari 240 juta per Maret 2021, sehingga menjadi hasil dari kemajuan strategi globalisasi. Akibat banyak permintaan dari industri untuk globalisasi, pendapatan Alibaba Cloud mencapai RMB60 milyar selama tahun fiskal kemarin, sehingga memiliki peningkatan year-over-year sebanyak 50% dan tetap menguatkan kepemimpinan pasar Alibaba Cloud di Tiongkok dan Asia Pasifik.

“Selama tahun fiskal terakhir, kami telah melewati berbagai macam tantangan, termasuk pandemi COVID-19, kompetisi sengit, serta investigasi anti-monopoli dan keputusan penalti oleh pemerintah Tiongkok. Kami percaya, cara terbaik untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan melihat ke depan dan berinvestasi jangka Panjang untuk menciptakan nilai pada pelanggan melalui teknologi dan inovasi yang akan menyelesaikan masalah-masalah besar di masyarakat,” jelas Daniel.

Oleh karena itu, ia berencana untuk menginvestasikan seluruh keuntungan tambahan tahun ini ke area-area strategi inti seperti inovasi teknologi, program pendukung penjual untuk mengurangi pengeluaran operasional mereka, akuisisi pengguna dan peningkatan pengalaman, kapabilitas penjual dan pemasok rantai, pengembangan infrastruktur dan inisiatif bisnis baru.

Investasi-investasi ini akan didesain untuk untuk memperbesar pasar, membedakan pelanggan dan nilai proporsi penjual dibandingkan kompetitor lain, serta memperbesar keterikatan dan frekuensi pembelian pelanggan. “Kami akan membentuk key metrics untuk menghitung keefektifan dari investasi-investasi ini, yang kami percayai akan membawa hasil signifikan jangka Panjang,” ujar Daniel.

Konsumen aktif tahunan Alibaba di Tiongkok mencapai 891 juta di akhir Maret. Alibaba berharap, basis konsumen di Tiongkok dapat bertumbuh dari lebih dari 100 juta menjadi lebih dari 1 miliar di tahun fiskal yang akan datang.

Konsumen tahunan yang aktif di marketplace ritel Tiongkok ada sebanyak 811 juta per akhir Maret, sehingga terjadi peningkatan 85 juta YoY. Konsumen rata-rata menghabiskan RMB9.200 setiap tahun per orang. Daniel percaya, ini adalah basis konsumen terbesar dengan kualitas terbaik di Tiongkok. Alibaba pun akan berupaya melayani permintaan konsumen yang memiliki gaya hidup berbeda dengan berbagai pilihan.

“Sebagai marketplace konsumsi digital terbesar di Tiongkok, aplikasi Taobao akan terus menguatkan pasokan komprehensif produk bermerek, produk value-for-money, produk pertanian, produk impor dan produk long-tail yang berbeda untuk memenuhi permintaan konsumen kami yang beragam,” jelas Daniel.

Dalam kategori yang kurang diminati, seperti toko kelontong, real estate, perabot rumah tangga, dan obat-obatan, Alibaba akan membuat pengalaman digital baru untuk sektor ini guna meningkatkan penetrasi online dan New Retail.

Alibaba juga akan berupaya meningkatkan pengalaman dan keterlibatan konsumen di aplikasi Taobao dengan menawarkan perjalanan konsumen yang beragam berdasarkan segmentasi pengguna yang berbeda. Pada saat yang sama, Alibaba meningkatkan alat dan kemampuan penjual agar dapat meningkatkan pelanggan dan meninjau kebijakan platform mereka untuk menurunkan biaya operasional.

Sebagai bagian dari marketplace ritel Tiongkok, Taobao Deals telah berkembang pesat selama setahun terakhir, menjangkau lebih dari 150 juta konsumen aktif tahunan. Indikasi keaktifan pengguna Taobao Deals adalah pengguna aktif mencapai 130 juta di bulan Maret, peningkatan bersih sebesar 27 juta dari bulan Desember.

Taobao Deals menawarkan produk harga terbaik untuk konsumen yang mencari harga murah. Aplikasi menampilkan desain produk sederhana dan pasokan direct-to-consumer dari peternakan dan produsen.

“Pertumbuhan yang cepat dari Taobao Deals memberikan kontribusi positif bagi marketplace ritel Tiongkok kami. Selama tahun fiskal terakhir, pengeluaran rata-rata konsumen yang membeli di Taobao Deals meningkat. Kami akan terus meningkatkan investasi di Taobao Deals di tahun fiskal baru untuk melayani konsumen yang sadar akan harga di daerah kurang berkembang,” ungkap Daniel.

New Retail

Daniel juga angkat bicara soal konsep New Retail yang telah diperkenalkan Alibaba sejak 2016. Untuk toko kelontong, produk segar, dan produk FMCG, Alibaba Group mengubah ritel offline seperti Sun Art dengan mendigitalkan operasional mereka dan menciptakan format New Retail, seperti Freshippo, yang mengintegrasikan pengalaman online dan offline.

Kombinasi format New Retail ini memenuhi permintaan konsumen. Tidak hanya di dalam toko, tetapi juga di komunitas terdekat dengan menawarkan opsi pengiriman yang komprehensif, seperti satu jam, setengah hari, hari yang sama, dan hari berikutnya.

“Sebagai bagian dari eksplorasi terbaru kami di New Retail, kami memulai bisnis komunitas marketplace di wilayah tertentu di Tiongkok. Komunitas marketplace kami didukung oleh kemampuan rantai pasokan dari Freshippo, Sun Art, dan mitra lainnya. Selain opsi pengiriman satu jam, setengah hari, hari yang sama, dan hari berikutnya yang disebutkan di atas, kini kami menawarkan opsi “pesan hari ini dan ambil besok,” kata Daniel.

Alibaba Group percaya, New Retail adalah infrastruktur perdagangan multi-format. Komunitas model marketplace adalah salah satu cara penting untuk melayani konsumen yang sadar akan harga. Model ini dapat membantu Alibaba Group mendapatkan pengguna baru di kota-kota ekonomi rendah dan daerah pedesaan.

“Kami akan mengembangkan bisnis ini dengan memanfaatkan empat kapabilitas inti Alibaba Ecosystem, termasuk kapabilitas merchandising dan supply chain, logistik dan infrastruktur, ketertarikan konsumen, dan pengembangan serta manajemen saluran distribusi. Meskipun kami masih dalam tahap awal ekspansi bisnis, tujuan kami untuk tahun fiskal yang baru adalah memperluas cakupan geografis kami secara nasional dan menetapkan model komunitas bisnis marketplace yang sehat dan berkelanjutan,” terang Daniel.

MARKETEERS X








To Top