Sulawesi Selatan Terus Optimalkan Sektor Pertanian

profile photo reporter Ellyta Rahma
EllytaRahma
11 Agustus 2020
marketeers article
Di tengah pandemi, sektor pertanian dan ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) justru tumbuh positif. Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan mengatakan hal ini didorong dengan iklim yang cocok dan kondisi alam yang bagus untuk mendukung proses produksi pertanian. Khususnya untuk subsektor penanaman pangan, perkebunan, dan peternakan yang merupakan titik tumbuh pertumbuhan pertanian Sulsel.
“Faktor-faktor pendukung ini perlu disyukuri, namun di samping itu, kami juga melakukan optimalisasi pada sektor pertanian Sulsel agar semakin kuat,” katanya.
Potensi pertanian ini kemudian di kembangkan dengan berbagai langkah. Dalam acara Government Roundtable oleh MarkPlus, Inc. pada Senin (10/08/2020), Nurdin menjelaskan bahwa langkah pertama yang harus diambil adalah dengan menjadi penyangga benih nasional. Menurutnya. benih kerap menjadi permasalahan sektor pertanian di Indonesia terutama pada musim-musim tertentu di mana benih tidak dapat diproduksi.
“Dengan menjadi penyangga benih, Sulawesi Selatan bisa menjamin produksi pertanian di wilayahnya maupun di wilayah lain terutama di kawasan Indonesia Timur,” lanjut Nurdin.
Langkah lainnya adalah dengan memaksimalkan produk-produk hasil Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Atas sektor pertanian yang melimpah, banyak pelaku UKM di Sulawesi Selatan yang mengembangkan produk olahan hasil tani.
Menurut Nurdin, hingga kini, pemasaran yang dilakukan oleh pelaku UKM ini belum maksimal. Pemerintah harus menyadari potensi ini sebagai bagian dari unsur perekonomian Sulawesi Selatan dengan membuka kanal berjualan yang cakupannya bisa lebih luas.
“Untuk itu akan dibangun rest area berkonsep Michi no Eki. Rest area ini mengadaptasi model Jepang di mana kawasan tersebut dibentuk menjadi sentra UKM untuk menjual produknya. Konsep penjualan yang seperti ini sekaligus mengenalkan produk-produk UKM hasil tani khas Sulawesi Selatan kepada pendatang dan masyarakat yang lebib luas. Rest area ini terdapat di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Sidrap.” tutup Nurdin.
Editor: Ramadhan Triwijanarko

Related