Business

Super Roti, UKM yang Berdayakan Sekitar

SUMBER: 123RF

Berangkat dari kejenuhan sebagai pegawai kantoran, Ismiyati  mendirikan Super Roti pada tahun 2011 di Semarang. Siapa sangka keberanian membangun bisnis dan mimpinya untuk menciptakan lapangan pekerjaan berlanjut hingga kini bahkan terus berkembang. Ismiyati mengatakan bahwa perjalanan membangun bisnis ini sangatlah berliku.

Roti-roti yang diproduksi  sempat kesulitan dipasarkan karena dianggap tidak memiliki diferensiasi dari produk roti lainnya yang ada di pasaran. Namun, Ismiyati tidak menyerah begitu saja. Meski saat itu usahanya masih bergantung dari dapur rumah tangga. Mimpinya masih sama yaitu ingin menciptakan lapangan pekerjaan dengan memberdayakan orang di sekitar.

Pada tahun 2012, Ismiyati memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan fokus pada Super Roti. Saat itu, Ismiyati juga merombak bisnisnya dari dalam bahkan membangun tim kembali dengan merekrut kembali pegawai.

“Melihat pengalaman pada tahun pertama berbisnis, saya kemudian mengambil kesimpulan bahwa lebih baik merekrut orang yang belum terlatih sama sekali. Karena akan mudah bagi mereka terbentuk sesuai yang saya arahkan. Ini juga menjadi mimpi saya dari dulu yaitu memberdayakaan warga di sekitar tempat produksi,” ujar Ismiyati.

Setelah melakukan sejumlah pembaruan dari dalam, Ismiyati kemudian berpikir bagaimana Super Roti bisa diterima di pasaran. Diferensiasi seperti apa yang harus dihadirkannya. Kemudian hadirlah sejumlah ide, salah satunya datang dari karakteristik konsumen Indonesia yang peduli pada kesehatan.

Super Roti kemudian memproduksi roti yang diklaim sehat dengan berbahan dasar bekatul. Dalam pembuatannya, roti ini menggunakan gula jagung serta menteganya diganti dengan minyak kelapa untuk memastikan produk ini merupakan produk sehat. Melalui inovasi produknya ini, Super Roti kemudian mulai dikenal banyak orang bahkan ritel-ritel yang sempat menolak memasarkan produk kini menawarkan kembali.

Tidak hanya produk roti, Super Roti juga menghadirkan inovasi produk lainnya seperti bagelan bekatul . Ismiyati juga tidak menyangka bahwa bekatul yang diketahui sebagai pakan ternak ternyata menyimpan manfaat jika diolah dengan baik dan menjadi makanan sehat. “Pakan ternak bertransfomasi menjadi makanan sehat menjadi branding luar biasa dari kami. Kini, produk Super Roti bisa ditemukan di ritel-ritel Indonesia bahkan merambah keluar negeri juga,” tutur Ismiyati.

Super Roti menjadi salah satu UKM yang pernah ikut serta dalam pameran UKM  di Dubai. Hal tersebut merupakan bagian dari program pembinaan UKM yang dilakukan oleh Telkom.

Ismiyati menuturkan bahwa sejak mengikuti pembinaan UKM dari Telkom, bisnisnya tidak hanya mendapatkan bantuan dari sisi permodalan. Namun lebih dari itu, Telkom mendampingi Super Roti untuk mendapatkan pelatihan digital mengenai pemasaran, penjualan di e-commerce hingga pameran di dalam dan luar negeri. Bahkan produk Super Roti yang dipamerkan di Dubai Expo mendapatkan bantuan untuk persiapan kemasan yang aman dan menarik.

“Saya memasarkan produk Super Roti secara digital mulai tahun 2015. Saya menggunakan media sosial untuk sarana pemasaran yang lebih efisien dari segi waktu, jangkauan, serta biaya. Saya memilih Facebook dan Instagram karena berdasarkan riset yang kami lakukan, target konsumen kami yaitu konsumen di usia 30-45 tahun aktif di kedua media tersebut,” tutur Ismiyati.

Super Roti juga mulai hadir di marketplace dengan pendampingan dari Telkom. Sejak menjadi mitra UKM binaan Telkom, Ismiyati menuturkan bahwa  dari sisi operasional, bisnis Super Roti menjadi lebih tertata. Pasalnya, tidak hanya memberikan pembinaan seperti pelatihan dan permodalan saja. Telkom juga melakukan penetrasi akses ke e-commerce melalui transformasi digital UKM.

“Telkom tidak hanya membantu  Super Roti dengan penyaluran bantuan modal, pelatihan, dan mengajak kami melek digital. Tapi, Telkom juga ikut mengajak masyarakat yang kami berdayakan untuk bisa mendapatkan pelatihan yang sama,” tutup Ismiyati.

The Latest

To Top