Survei Jobstreet: 45% Perusahaan Lebih Aktif Rekrut Karyawan pada 2024

marketeers article
Konferensi pers Jobstreet. Sumber gambar: Marketeers/Tri Kurnia Y.

Jobstreet, platform pencarian kerja mengeluarkan hasil riset terbaru bertajuk Rekrutmen, Kompensasi, dan Manfaat 2024. Dalam laporan tersebut, didapatkan fakta sebanyak 45% perusahaan di Indonesia bakal lebih aktif dalam merekrut karyawan pada tahun ini.

Sawitri, Country Marketing Manager Indonesia Jobstreet by SEEK menturkan  riset ini dilakukan pada September 2023 terhadap 1.180 praktisi rekrutmen atau talent acquisition di Indonesia dari berbagai sektor. Adapun responden yang terlibat dari survei ini, yakni 35% perusahaan kecil dengan jumlah karyawan 50 orang, 16% perusahaan menengah dengan jumlah karyawan 51 hingga 99 orang, dan 49 perusahaan besar dengan jumlah karyawan 100 orang atau lebih.

BACA JUGA: 55% Orang Indonesia Khawatir Pekerjaannya Tergantikan AI

“Jadi secara umum kepercayaan perusahaan terhadap pasar tenaga kerja semakin. Ini membahagiakan untuk penduduk Indonesia artinya lapangan pekerjaan bisa lebih banyak lagi,” kata Sawitri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/1/2024).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan akan adanya penambahan lapangan pekerjaan pada tahun ini. Sebab, selain 45% yang menunjukkan penambahan pekerjaan, sisanya jumlah rekrutan sama dengan tahun lalu dan lebih sedikit dibanding tahun lalu.

BACA JUGA: Elon Musk: AI Berpeluang Hilangkan Semua Pekerjaan

Untuk sektornya, Sawitri menyebut setidaknya ada empat industri yang paling aktif merekrut karyawan pada tahun ini. Di antaranya food and beverage (F&B), manufaktur, IT dan telekomunikasi, serta ritel dan perdagangan.

“Dari keseluruhan itu kontribusinya sudah besar sekali, lebih dari 50%,” ujarnya.

Sementara itu, Wisnu Dharmawan, Sales Director Indonesia Jobstreet by SEEK menambahkan tahun 2024  banyak perusahaan melihat sebagai periode yang tepat untuk merekrut. Dia menyebut sebagian besar perusahaan masih berekspansi pada tahun ini.

Di sisi lain, Wisnu berpendapat kompensasi pegawai tetap menjadi faktor penting dalam keputusan perekrutan. Kenaikan gaji rata-rata pegawai naik menjadi 7,57% pada tahun 2023, melampaui angka tahun 2022 sebesar 7% dan melebihi inflasi nasional sebesar 5,51%.

Selain itu, 67% perusahaan memberikan promosi jabatan pada tahun 2023. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2022 dengan angka 52%. 

Asuransi kesehatan, dukungan kesehatan mental, dan pemeriksaan kesehatan tetap menjadi landasan manfaat pegawai, baik yang saat ini ditawarkan maupun yang direncanakan ke depan oleh para perusahaan.

Cuti dan tunjangan juga menjadi faktor pertimbangan saat perekrutan. Opsi cuti khusus, seperti cuti menikah dan cuti berduka mengalami peningkatan sebesar 5% pada tahun 2023.

Perusahaan juga diharapkan untuk dapat lebih fleksibel guna mengikuti tren manfaat work-life balance. Meskipun 61% perusahaan pada tahun 2023 mewajibkan kerja di kantor setiap hari, perusahaan diharapkan dapat lebih fleksibel di kemudian hari. 

Hal ini diperkuat dengan makin banyak perusahaan yang menerapkan pola kerja hybrid.

“Secara aktif perusahaan mempertimbangkan untuk memperkenalkan opsi cuti baru seperti cuti merawat keluarga dan cuti studi atau ujian. Dengan adanya cuti lebih awal pada hari raya, makanan ringan atau minuman di kantor, dan lokasi kerja yang fleksibel, maka manfaat work-life balance pun akan menjadi pertimbangan penting,” kata Wisnu.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS