Survei: Pelaku Industri Siap Berinvestasi untuk Percepatan Efisiensi Energi

profile photo reporter Muhammad Perkasa Al Hafiz
MuhammadPerkasa Al Hafiz
28 Mei 2022
marketeers article
Ilustrasi: ABB Global
Industri global menunjukkan intensifikasi percepatan investasi efisiensi energi dalam lima tahun ke depan demi mewujudkan target nol emisi. Kondisi ini dipaparkan oleh survei terbaru ABB Global bertajuk The Energy Efficiency Investment Survey 2022. Survei ini diterbitkan mengikuti peluncuran Laporan PBB yang menyerukan perlunya aksi kolaboratif secara global guna mendorong upaya percepatan pengurangan efek rumah kaca.
Survei global yang diterbitkan Sapio Research tersebut mentargetkan 2.294 perusahaan dengan skala 500 hingga 5.000 karyawan atau lebih di 13 negara. Survei ini menawarkan gambaran terkini program dan rencana investasi industri di manca negara dalam menerapkan langkahlangkah efisiensi energi untuk mencapai target Nol Emisi. Survei menyebutkan, lebih dari setengah atau 54% perusahaan mulai berinvestasi, sementara 40% lainnya berencana melakukan peningkatan efisiensi energi tahun ini.
Presiden ABB Motion Tarak Mehta mengatakan bahwa pertumbuhan siginifikan penduduk dan ekonomi dunia mendorong peningkatan dampak perubahan iklim ke titik terendah, jika pemerintah dan industri tidak melakukan langkah yang berarti.
“Meningkatkan efisiensi energi merupakan strategi utama dalam mengatasi potensi krisis tersebut. Sebab itu, percepatan investasi yang disoroti survei ini membawa angin segar bagi kita semua,” ujarnya melalui keterangan resmi perusahaan.
Lebih lanjut, survei menemukan bahwa hampir dua pertiga responden tengah memperbarui tingkat efisiensi peralatan operasional, seperti motor listrik yang digerakkan Variable Speed Drives (VSD).

Faktor penghambat

Laporan tersebut juga menyoroti beberapa aspek yang menjadi hambatan utama investasi efisiensi energi. Setengah dari responden menyebutkan, faktor biaya sebagai penghalang utama. Lalu 37% responden menyatakan downtime atau penghentian operasional sebagai salah satu penghalang utama. Yang juga memprihatinkan adalah hanya 41% responden merasa mendapatkan informasi yang memadai terkait langkah-langkah untuk mencapai efisiensi energi,
“Tujuan utama laporan ini adalah membantu para pemangku kepentingan di semua sektor industri memahami bahwa Nol Emisi tidak berarti Tanpa Biaya. Karena itu, baik pemerintah maupun industri memiliki peranan penting untuk mempromosikan perlunya menerapkan teknologi hemat energi yang dapat mempercepat pengembalian investasi sambil mengurangi emisi CO2,” tutup Mehta.

Related