Survei Populix: 75% Masyarakat Berpartisipasi dalam Mengelola Sampah

marketeers article
Ilustrasi survei Populix menunjukkan 75% masyarakat telah berpartisipasi dalam mengelola sampah. (Sumber: 123rf)

Jumlah angka pembuangan sampah plastik di Indonesia dinilai cukup mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, berdasarkan penelitian J.J. Meijer dan rekan-rekannya pada 2021 menunjukkan Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar di dunia.

Penelitian tersebut mengungkap jumlah sampah plastik Indonesia di lautan mencapai 56.333 metrik ton setiap tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan aksi kolektif masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah plastik di lautan.

Kementerian PPN/Bappenas sendiri telah melakukan inisiatif pengelolaan limbah dalam sebuah program yang dikenal dengan nama Circular Economy. Mengamati lebih lanjut mengenai program waste management di Tanah Air, Populix melakukan riset yang bertajuk Empowering Circular Economy and Engaging Stakeholders for Effective Waste Management.

Survei Populix ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program waste management yang digalakkan oleh pemerintah, pelaku bisnis, dan komunitas. Berdasarkan riset tersebut, Timothy Astandu, Co-Founder dan CEO Populix menyampaikan 75% masyarakat Indonesia telah berpartisipasi dalam mengelola sampah.

Artinya, masyarakat telah memiliki kesadaran dan keinginan untuk mengelola sampah.

“Berbagai inisiatif yang dilakukan oleh merek dan komunitas dalam memberikan edukasi dan pengalaman bagi masyarakat juga memberikan dampak positif sehingga makin banyak masyarakat yang paham bagaimana cara mengelola sampah mereka,” ujar Timothy Astandu, dikutip dari laporannya. .

Kesadaran Masyarakat terhadap Program Pemerintah

Selain mengukur tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah, survei Populix ini juga membahas mengenai kesadaran mengenai program pemerintah. Hasilnya, 73% dari 1.018 responden mengetahui program pemerintah dalam mengurangi sampah.

Mayoritas masyarakat juga turut berpartisipasi secara aktif dalam berbagai program pengelolaan sampah, baik yang dilakukan oleh pemerintah, maupun lingkungan sekitarnya. Sebagian besar dari mereka merupakan pekerja dan kaum muda.

Selain berpartisipasi secara individu, 80% responden juga mengajak kerabat terdekat mereka untuk ikut serta berpartisipasi dalam program pengelolaan limbah. Menariknya lagi, mayoritas responden juga telah melakukan sejumlah aktivitas ramah lingkungan dalam rutinitas sehari-hari.

Contohnya saja 80% dari mereka sudah membawa tas belanja dan 45% di antaranya juga telah menggunakan plastik sampah daur ulang. Kemudian, 75% responden juga membawa botol minum pribadi, dan 53% juga membawa wadah pribadi untuk membeli produk tertentu.

Tak sampai di situ, 42% juga menyatakan telah menggunakan sedotan reusable dan 36% mereka memilih menggunakan paper bag. Menariknya lagi, 18% dari responden menyampaikan mereka telah mengembalikan kemasan botol kosong untuk brand tertentu.

Kesimpulannya, angka dari survei Populix ini menunjukkan hasil yang positif karena tingkat kesadaran masyarakat mengenai kondisi lingkungannya sudah semakin tinggi.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS