Sustainability Compass, Kunci Pupuk Kaltim Jaga Keberlanjutan Bisnis

marketeers article
Sustainability Compass Pupuk Kaltim (Foto: Pupuk Kaltim)

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) terus memperkuat fondasi bisnisnya demi usaha yang berkelanjutan. Bahkan, upaya ini pun diganjar penghargaan pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Nasional Peringkat Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Inovasi yang telah membawa PKT pada pencapaian prestisius ini berbasis pada prinsip sustainability compass. 

Sustainability compass merupakan basis bagi perusahaan untuk turut memperhitungkan faktor keberlanjutan dalam industrinya serta dampak aktivitas industri terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Pemerintah melakukan penilaian terhadap kinerja lingkungan perusahaan atas upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui program Proper,” papar Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam laporannya. 

Program ini dimaksudkan untuk mendorong dunia usaha agar dapat meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya, terus berkembang, dan mengalami proses perbaikan. Perbaikan yang dimaksud pun perbaikan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan di masyarakat menurut kebutuhan dan menurut perkembangan ilmu pengetahuan.

BACA JUGA: Hadapi Tantangan Industri, Pupuk Kaltim Genjot Kapasitas Karyawan

Sementara itu, Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin yang menyerahkan langsung penghargaan Proper Emas menyebut pentingnya sinergi dan kolaborasi banyak pihak untuk bisa menjaga keberlangsungan lingkungan. 

“Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan target penurunan emisi Indonesia dalam Nationally Determined Contributions (NDC) menjadi 31,89% dengan kemampuan sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional di tahun 2030,” ujar Wapres.

Peningkatan target tersebut didasarkan pada beragam kebijakan nasional terkait perubahan iklim. Di sini, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mencapai target tersebut. Dukungan multipihak dan multisektor dalam paradigma kolaborasi dan kerja sama, termasuk dari dunia usaha, sangat diperlukan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. 

Partisipasi aktif dunia usaha dalam aksi-aksi nyata mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan berkelanjutan sangat dinantikan. 

“Sebagai salah satu bukti nyata dari tekad kami dalam mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan 40 tahun ke depan, kami senantiasa menjunjung tinggi implementasi standar praktik yang mumpuni, baik dalam fase perencanaan maupun eksekusi strategi. Semuanya melalui tahapan-tahapan yang jelas dan konsisten,” ungkap Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Kaltim.

Di sini, Rahmad menyebut bahwa perusahaan tidak mengenal kata kompromi. “Sikap kami yang tidak menerima kompromi inilah yang membuat kami berhasil mempertahankan peringkat emas untuk penghargaan prestisius Proper,” lanjutnya. 

Melihat laporan perusahaan, tahun 2022 memang menjadi salah satu tahun istimewa dalam perjalanan PKT, termasuk untuk urusan pencapaian di bidang lingkungan hidup. PKT menjalankan bisnis dan proses produksi yang memprioritaskan environmental impact melalui penerapan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). 

BACA JUGA: Minarni Dwiningsih Jadi Pemimpin Perempuan Pertama PT Pupuk Kaltim

Sebelum Proper Nasional Peringkat Emas, PKT juga berhasil meraih Properda Emas 2022, Industri Hijau Kinerja Terbaik 2022 dan Top CSR Award 2022 kategori bintang lima. Selain itu, dari pelaksanaan program Kilau Samudera, PKT juga telah berhasil meraih tiga penghargaan berturut-turut, yakni Asia Responsibility Award (Area) 2022, Indonesia Green Award (IGA) 2022 dan Indonesia SDG’s Award (ISDA) 2022 Kategori Platinum.

Tak sekadar mengejar profit

PKT dengan bermodalkan strategi-strategi engineering yang mumpuni ingin terus mengusahakan inovasi di bidang industrinya yang tidak sekadar berfokus pada profit melainkan turut mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. 

“Keberhasilan di kategori lingkungan yang telah kami peroleh ini merupakan motivasi bagi kami untuk berinovasi dengan lebih baik lagi tahun 2023. Tentu, semua usaha ini semaksimal mungkin kami lakukan dengan melibatkan dan memberdayakan banyak pihak, termasuk masyarakat luas, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami menjaga kelestarian bumi kita,“ pungkas Rahmad. 

Sinergi bersama masyarakat memang menjadi kunci keberhasilan seluruh program pelestarian lingkungan hidup yang digagas PKT. Salah satunya melalui tahapan Core Competency Knowledge Transfer, PKT telah berhasil mengikutsertakan komunitas setempat dalam upaya pemberdayaan lingkungan lewat Kilau Samudera ini. 

Hingga saat ini, sudah tercapai luasan tutupan terumbu mencapai 3.557 m2 dan peletakan media sebanyak 6.822 ea. Sehingga secara sistemik, program Kilau Samudera telah mengubah perilaku nelayan PITRAL menjadi metode ramah lingkungan serta membantu pemerintah dalam mengaplikasikan kurikulum merdeka belajar.

Selain itu, implementasi inovasi sosial ini juga telah berhasil memberikan dampak yang signifikan yang terukur pada capaian nilai IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) sebesar 3,72 dan nilai SROI (Social Return On Investment) sebesar 1,83. 

Selain telah terbukti dari segi wellbeing dan society, program ini juga terbukti berhasil dalam aspek nature, yakni dengan capaian daya serap karbon sebesar 8,47 kg CO2 eq/hari serta juga dalam aspek economic, yakni yang diindikasikan dengan peningkatan pendapatan anggota yang mencapai nilai Rp 71.595.000 per tahun.

Related

award
SPSAwArDS