Syngenta Indonesia Beri Edukasi Terkait Digitalisasi Pertanian

marketeers article

Syngenta Indonesia melakukan rangkaian kegiatan Gebyar Kemerdekaan bersama sekitar 11.500 petani Indonesia. Hal itu dengan tujuan edukasi teknologi peningkatan produktivitas tanaman dan digitalisasi pertanian selama bulan Agustus hingga September 2023.

Kegiatan gebyar kemerdekaan ini terdiri dari pelatihan penyemprotan yang baik dan benar, kegiatan olahraga bersama, pameran teknologi (expo), festival budaya, hingga perlombaan dalam rangka merayakan kemerdekaan. Kegiatan ini merupakan bentuk kreatif konsep mengedukasi petani mengenai budi daya pertanian dengan adopsi teknologi dan digitalisasi.

Suhendro, Marketing Head Syngenta Indonesia menyampaikan kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan petani, dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia dan mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

“Selama bulan Agustus hingga awal September, kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen untuk mendekatkan Syngenta dengan lebih banyak petani untuk dapat mendengar secara langsung permasalahan petani sehigga memampukan kami memberikan solusi serta memperkenalkan teknologi yang tepat,” kata Suhendro dalam keterangan yang diterima Marketeers, Sabtu (16/9/2023).

BACA JUGA: Pertamina Raih Produksi Minyak 10.000 Barrel di Lapangan Petani

Aktivitas pelatihan penyemprotan dilaksanakan pada 78 titik di 45 Kabupaten/Kota, delapan Provinsi, yang melibatkan sekitar 7,800 petani padi. Aktivitas turnamen olahraga bola voli dan sepak bola bersama lebih dari 1.200 petani yang dilaksanakan di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Barat.

Turut dihadirkan beberapa atlet profesional, seperti Adinda Indah (atlet voli), Maya Kurnia Indri (atlet voli), Atep dan Tantan (atlet sepak bola). Jalan sehat bersama 1.000 petani juga dilakukan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.

Aktivitas pameran teknologi (expo) perlindungan tanaman untuk pengendalian serangan wereng cokelat pada tanaman padi dan bercak kering pada tanaman sayuran di Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, dan Jawa Barat yang diikuti lebih dari 800 petani.

Festival budaya berupa kegiatan mandurung (festival menangkap ikan) khas Tanah Karo, Sumatera Utara turut menyita kehadiran 200 petani serta berbagai lomba khas kemerdekaan seperti mengulek cabai, lomba kerupuk, dan lainnya yang diikuti hampir 500 petani.

BACA JUGA: CIPS: HPP Halangi Strategi Bulog Serap Beras Petani

Kegiatan-kegiatan tersebut diisi dengan sesi edukasi yang dilakukan melalui demontrasi plot (demplot) tanaman dengan perlakuan agronomi dan perlindungan tanaman yang direkomendasikan Syngenta Indonesia dengan manfaat hasil yang lebih baik. Selain demplot, paparan materi melalui fokus diskusi terarah (brainstorming), pengenalan hama dan penyakit tanaman, serta cara pengendaliannya juga disampaikan kepada petani.

Di samping itu, pengenalan teknologi-teknologi yang dapat mempertahankan potensi hasil tanaman maksimal dengan pengendalian hama dan penyakit, termasuk di dalamnya adalah konsep memperbaiki kesehatan tanah dan mempertahankan kesehatan tanah.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS