Tahun 2023, Coca-Cola Tekan Water Ratio Use hingga 25%

marketeers article
Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia (Foto: CCEP Indonesia)

Krisis air secara global menjadi bahasan besar dalam ajang World Water Forum 2024 yang digelar di Bali, Indonesia. Menanggapi persoalan ini, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) telah mengambil langkah dalam mengurangi penggunaan air hingga mencatatkan penurunan Water Use Ratio (WUR) sebesar 25% dibandingkan tahun 2019 selama tahun 2023. 

Mengutip data yang dikirimkan perusahaan, di tengah krisis air global, lebih dari 2,4 miliar orang mengalami kekurangan air, sementara 2 miliar lainnya tidak memiliki akses ke air minum yang aman.

Di Indonesia, lebih dari 25 juta orang hidup tanpa fasilitas sanitasi yang layak, memperburuk risiko kesehatan karena kualitas air yang buruk.

“Air adalah kebutuhan mendasar bagi lingkungan, masyarakat, dan proses produksi kami. Sebagai pengguna besar, kami bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya ini secara berkelanjutan,” papar Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia dalam laporan tertulisnya yang dikutip pada Jumat (24/5/2024)

CCEP Indonesia pun melihat perlu adanya efisiensi penggunaan air di dalam operasional perusahaan. Efisiensi ini dicapai melalui inovasi dan penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam proses manufaktur, termasuk optimalisasi proses Clean-In-Place yang mengurangi penggunaan air dan bahan kimia pembersih, serta pendaurulangan air. 

BACA JUGA: CCEP Indonesia Investasi Rp 5,2 Miliar untuk Energi Terbarukan

Sejalan dengan target global CCEP untuk tahun 2030, CCEP Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengurangi WUR sebesar 10% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2019.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, CCEP Indonesia juga mengutamakan upaya konservasi air dan sanitasi melalui program WASH. Program ini akan diresmikan pada 4 Juni 2024 di Desa Kutamaneuh, Kabupaten Karawang. 

Program ini menggunakan model WASH yang menggabungkan intervensi di bidang air, sanitasi, kebersihan, pengelolaan limbah, dan ketahanan iklim komunitas dalam satu pendekatan terpadu. 

Langkah ini memungkinkan penggunaan kembali air limbah domestik yang telah diolah untuk kegiatan berkebun oleh komunitas lokal. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. 

BACA JUGA: CCEP Indonesia Komitmen dalam Ekonomi Sirkular dan Pengurangan Plastik

Hal ini sesuai dengan komitmen global CCEP untuk mencapai pengembalian air 100% setiap tahunnya, termasuk melalui inisiatif untuk komunitas.

Karina melanjutkan, perusahaan akan mengerahkan strateginya dengan pendekatan holistik, termasuk manajemen operasional dan rantai pasokan, aksi kolektif, keterlibatan komunitas, kepatuhan terhadap regulasi, dan transparansi pelaporan.

“Melalui kemitraan bersama pemangku kepentingan, kami berupaya mengatasi tantangan berkelanjutan secara holistik, terutama dalam penyediaan fasilitas sanitasi dan pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi sirkular, ” tutup Karina.

Related

award
SPSAwArDS