Communication

Tangkap Peluang Iklan Digital, Yohanes Auri Bangun Ekosistem Agensi

Yohanes Auri
Foto: Yohanes Auri, CEO & Founder Idenya Flux

­Industri periklanan di Indonesia terus berkembang. Lembaga riset Nielsen mencatat nilai belanja iklan pada tahun 2020 mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 229 triliun. Salah satu platform yang tengah bertumbuh di dalamnya adalah periklanan digital. Peluang tersebut sedang diperebutkan oleh banyak pemain. Salah satunya adalah Idenya Flux, perusahaan agensi kreatif.

“Pasar digital marketing di Indonesia sangat besar sekali. Tentu, potensi ini harus ditangkap oleh para pelaku industri kreatif. Kami pun menangkap peluang yang ada dengan membangun ekosistem layanan yang menyeluruh,” ujar Yohanes Auri, CEO & Founder Idenya Flux saat bincang virtual bersama Marketeers.

Idenya flux sendiri merupakan agensi kreatif yang berbasis di Jakarta. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2018 ini menawarkan berbagai layanan, seperti strategi kampanye iklan menyeluruh atau 360 derajat, pembuatan video komersial, aktivasi, perencanaan media, serta kampanye digital dan media sosial.

Di dalam berbisnis, Auri membangun Idenya Flux dengan dua DNA, yakni fleksibilitas dan kecepatan. DNA ini selanjutnya dikembangkan sebagai daya saing dan keunggulan kompetitif Idenya Flux. “Fleksibilitas yang kami tawarkan sangat memerhatikan kebutuhan klien. Sementara itu, syarat pertama suksesnya sebuah kampanye digital adalah soal kecepatan mengendarai momentum,” lanjut Auri.

Dengan pendekatan ini, Auri melaporkan perusahaannya telah membukukan pendapatan hampir US$ 5 juta. Dalam tiga tahun, Idenya Flux juga telah mengerjakan 168 kampanye dari 50 brand, seperti XL Axiata, Uniqlo, Garuda Indonesia, Citilink, AIA, BNI 46, SONY, Porsche.

“Bisa dibilang, Semua klien kami –sekitar 80%- kini lari ke digital campaign. Aktivitas ATL-BTL kian sedikit. Kondisi ini membuat saya bersemangat untuk membangun ekosistem dan mengakuisisi beberapa digital agensi, seperti Sugar Rush, nxl, dan Ronin,” tutup pria pemenang Wirausaha Muda Mandiri yang terdaftar di majalah Fortune ’40 Under 40′ ini.

MARKETEERS X








To Top